Malang, Jatim Mandiri
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menekankan penguatan kompetensi ASN untuk meningkatkan kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan kualitas pelayanan publik.
Penegasan itu disampaikan saat monitoring dan evaluasi penerimaan pajak daerah serta High Level Meeting (HLM) Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), Selasa (11/8).
Wahyu meminta ASN di lingkungan Bapenda terus mengembangkan kemampuan, beradaptasi dengan teknologi, dan meningkatkan profesionalisme menghadapi tuntutan pelayanan publik yang kian dinamis. “ASN di lingkungan Bapenda harus terus mengembangkan potensi diri dan tidak cepat berpuas diri. Dinamika pelayanan publik dan tuntutan digitalisasi mengharuskan setiap pegawai memiliki kompetensi yang mumpuni agar mampu memberikan pelayanan yang transparan, cepat, dan akuntabel,” tuturnya.
Menurut Wahyu, pengembangan kompetensi tidak hanya dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan. ASN juga perlu membangun kemauan belajar, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, dan memperbarui cara kerja.
Kompetensi tersebut dinilai penting bagi Bapenda dalam menghadapi tantangan pengelolaan pajak daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Wahyu juga menegaskan Pemkot Malang terus mendorong penerapan manajemen talenta dan prinsip meritokrasi dalam pembinaan karier ASN.
Penguatan kompetensi ASN juga diarahkan untuk mendukung optimalisasi penerimaan pajak daerah. Peningkatan kapasitas pegawai diharapkan berjalan seiring dengan evaluasi kinerja dan perbaikan layanan.
“Kita harus terus melakukan evaluasi dan perbaikan. ASN di Bapenda harus meningkatkan kapasitasnya, mengikuti perkembangan teknologi, dan memberikan pelayanan terbaik,” kata Wahyu. (yf/ibn)












