BeritaJatim

Tangani Karhutla Bromo, Pemprov Jatim Tambah Helikopter

×

Tangani Karhutla Bromo, Pemprov Jatim Tambah Helikopter

Sebarkan artikel ini
Polda Jatim saat menggelar apel gelar pasukan dan peralatan penanganan karhutla 2026 di lapangan apel Polda Jatim, Surabaya, Selasa (11/8). ANTARA
Example 468x60

899 Ha Area Bromo Terbakar

Surabaya, Jatim Mandiri

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) selama delapan hari menjadi perhatian serius Pemprov Jatim. Guna mempercepat proses pemadaman api yang meluas akibat hempasan angin kencang, Pemprov Jatim resmi menambah satu armada helikopter water bombing.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur, Evy Afianasari, menegaskan bahwa insiden kebakaran di kawasan Bromo menjadi catatan evaluasi mendasar, khususnya mengenai respons penanganan pada tahap awal bencana.

“Yang jelas kalau Bromo harusnya perlu kita waspadai dan kita tingkatkan adalah penanganan awal. Jadi ini sudah merupakan catatan, bahwa jika penanganan awal tidak terlambat mungkin tidak meluas,” tegas Evy di Surabaya, Selasa (11/8).

Evy menjelaskan bahwa kondisi angin kencang di kawasan Bromo memicu percepatan sebaran api dan menyulitkan petugas di lapangan. Saat ini, Pemprov Jatim bersama pihak pengelola kawasan masih menghitung dampak materiil kerugian yang menimpa industri pariwisata setempat.

“Memang pastinya ada kerugian dari industri pariwisata. Untuk perhitungannya berapa, kami masih dalam tahap perhitungan karena pihak TNBTS pun masih belum mau klarifikasi atau konfirmasi terkait hal itu,” ujarnnya.

Guna mengantisipasi risiko keselamatan para pengunjung, Pemprov Jatim mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk menghindari kawasan Gunung Bromo. Seluruh pintu masuk dan akses destinasi pariwisata di area konservasi tersebut saat ini resmi ditutup total hingga situasi dipastikan aman.

Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, Disbudpar Jatim tengah merancang regulasi mitigasi bencana yang lebih ketat bagi destinasi pariwisata berbasis alam yang rawan terbakar. Salah satu poin utamanya adalah pengetatan larangan membawa bahan pemicu api, termasuk rokok konvensional maupun rokok elektronik (vape).

Baca Juga  Tarif PKB dan BBNKB 2026 Tidak Naik, Ketua Komisi C DPRD Jatim Apresiasi Pemprov

“Ke depan kami akan memberlakukan hal-hal seperti itu, khususnya di wisata-wisata alam yang kecenderungan bisa menyebabkan kebakaran seperti ini,” pungkas Evy.

Di sisi lain, Sekdaprov Jatim, Adhy Karyono, membeberkan bahwa penambahan armada pemadaman udara terus digenjot usai evaluasi pantauan udara mengindikasikan masih adanya potensi kepulan asap dan titik api.

“Yang tadinya dari BNPB ada dua pesawat, satu Super Puma dan satu helikopter Airbus, kemudian Pemerintah Provinsi menambahkan dengan menyewa satu helikopter Airbus,” jelas Adhy saat ditemui di Gedung DPRD Jatim.

Untuk meningkatkan efisiensi waktu, helikopter Airbus yang sebelumnya bermarkas di Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh Malang, kini dipindahkan posisinya langsung ke kawasan Ranu Pani. Langkah penempatan ini bertujuan memangkas durasi pengisian bahan bakar serta mengoptimalkan frekuensi pembasahan dari udara.

“Sehingga ini akan mempercepat dan meningkatkan frekuensi water bombing itu. Yang tadinya harus ke Abdulrachman Saleh, ketika ada cuaca kurang bagus tidak bisa terbang, sekarang tidak ada kendala itu,” papar Adhy.

Operasi pemadaman jalur udara dikombinasikan secara paralel dengan pengerahan armada pemadam kebakaran jalur darat dari berbagai daerah sekitar. Termasuk gabungan personel dari Kota Surabaya, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Pasuruan. “Untuk water bombing, walaupun tidak ada api pun, kita lakukan pembasahan supaya tidak terjadi lagi pemicu kebakaran,” tegas Sekdaprov Jatim tersebut.

Terpisah, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi untuk mempercepat penanganan kebakaran tersebut. “Pemerintah pusat mendukung penuh, apapun yang dibutuhkan oleh pemerintah daerah, oleh BNPB, oleh teman-teman Manggala Agni Kementerian Kehutanan, oleh pemerintah provinsi, maupun contoh misalnya di Bromo oleh Balai Taman Nasional, kita dukung penuh,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, sebagaimana dikutip Antara, Selasa.

Baca Juga  Kemarau Picu Krisis

Terkait operasi modifikasi cuaca (OMC), Prasetyo mengatakan pemerintah telah menyiapkan opsi tersebut untuk membantu penanganan kebakaran. Namun, menurut dia, pelaksanaan OMC bergantung pada kondisi atmosfer yang memungkinkan pembentukan hujan. “Desainnya semua kita persiapkan, tetapi secara teknis, penjelasan dari Kepala BMKG, tidak selalu bisa didapati kondisi yang memungkinkan untuk operasi modifikasi cuaca itu menghasilkan hujan,” katanya.

Berdasarkan data terbaru dari tim penanganan pada Selasa, luas area penanganan karhutla di kawasan TNBTS mencapai sekitar 899,35 hektare, sementara operasi pemadaman darat dan udara masih berlangsung.(har/ibn)

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Kapolri Prioritaskan Keselamatan Masyarakat Manggarai, Jatim Mandiri Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, menewaskan 70 orang…

Berita

Surabaya – Jatim Mandiri Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali dibuka untuk wisatawan mulai Kamis besok (20/8). Ini seiring…

Berita

Probolinggo, Jatim Mandiri Polisi Cilik (Pocil) binaan Satlantas Polres Probolinggo tampil kompak dalam upacara penurunan bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI…