Jatim

Musim Tanam Tiba, 190 Hektare Sawah Pilangsari Mulai Digarap Petani

×

Musim Tanam Tiba, 190 Hektare Sawah Pilangsari Mulai Digarap Petani

Sebarkan artikel ini
Petani Desa Pilangsari, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, memperbaiki pematang sawah dan menanam padi saat memasuki musim tanam, Rabu (6/8/2026).
Example 468x60

Bojonegoro, Jatimmandiri.id- Musim tanam padi mulai berlangsung di Desa Pilangsari, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. Memasuki awal Agustus 2026, ratusan petani mulai mengolah lahan dan menanam padi di areal persawahan seluas sekitar 190 hektare.

Aktivitas petani terlihat di sejumlah petak sawah. Mereka bergotong royong mempersiapkan lahan sebelum ditanami. Salah satunya Ibin yang tampak memperbaiki pematang atau yang biasa disebut petani setempat sebagai mopok galeng.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Di lokasi yang sama, Sri bersama sejumlah buruh tani lainnya sibuk menanam bibit padi. Aktivitas tersebut dilakukan di tengah cuaca panas yang cukup menyengat.

“Iyo, Mas, lagi mopok galeng. Sementara Mbak Sri sedang tanam. Kami buruh tani, panas dan capek,” ujar Ibin saat ditemui di area persawahan, Rabu (6/8/2026).

Mayoritas Warga Berprofesi sebagai Petani

Kepala Desa Pilangsari Deni Helianto mengatakan sektor pertanian menjadi salah satu sumber penghidupan utama masyarakat desa. Sebagian besar warga menggantungkan pendapatan dari kegiatan bercocok tanam.

“Luas lahan di Desa Pilangsari kurang lebih 190 hektare. Sebagian besar penduduk Pilangsari bermata pencaharian sebagai petani,” kata Deni.

Dengan hamparan lahan tersebut, Desa Pilangsari menjadi salah satu wilayah yang turut menopang produksi padi di Kecamatan Kalitidu.

Andalkan Bengawan Solo untuk Pengairan

Kondisi kemarau tidak menjadi kendala berarti bagi petani Pilangsari dalam memenuhi kebutuhan air untuk sawah. Petani memanfaatkan air Sungai Bengawan Solo dengan bantuan mesin pompa.

“Soal air gampang, Mas. Kami mengambil dari Bengawan Solo menggunakan mesin pompa Sanyo dengan tenaga listrik,” ujar Karmadi, salah seorang petani.

Penggunaan pompa membuat petani dapat memenuhi kebutuhan pengairan sekaligus menjaga jadwal tanam, meskipun aliran pada sejumlah saluran irigasi belum sepenuhnya optimal.

Baca Juga  Pemkot Surabaya Tegaskan Kuliner Malam Kedungdoro dan Genteng Tetap Legal

Petani Berharap Harga Gabah dan Pupuk Stabil

Di tengah aktivitas musim tanam, petani berharap pemerintah turut menjaga stabilitas harga gabah ketika masa panen tiba. Ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau juga menjadi salah satu kebutuhan utama petani.

“Yang penting pupuk tersedia dan harganya tidak mahal. Kalau harga gabah bagus, rasa capeknya terbayar,” harap Ibin.

Para petani berharap kondisi tersebut dapat terjaga hingga musim panen sehingga biaya produksi yang telah dikeluarkan sebanding dengan hasil yang diperoleh. (sdr/ono)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *