Surabaya, Jatimmandiri.id-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan tertinggi dari Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Dwija Praja Nugraha.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., dalam audiensi bersama Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (8/8).
Dwija Praja Nugraha merupakan penghargaan tertinggi PB PGRI yang diberikan kepada kepala daerah, baik gubernur, bupati, maupun wali kota. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen, kepedulian, dan dedikasi kepala daerah dalam memajukan pendidikan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperjuangkan kesejahteraan guru.
Gubernur Khofifah menyampaikan penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya Dinas Pendidikan Jatim, untuk terus meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan.
“Syukur Alhamdulillah, terima kasih kepada Pengurus Besar PGRI atas penghargaan yang diberikan. Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus pelecut semangat dan komitmen Pemprov Jatim untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata,” ujar Khofifah.
Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan akumulasi dari berbagai capaian sektor pendidikan di Jawa Timur. Keberhasilan itu tidak terlepas dari kontribusi peserta didik, orang tua, guru, kepala sekolah, hingga jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Khofifah menegaskan, pendidikan yang layak dan berkualitas merupakan fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul. Pendidikan juga menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sekaligus memutus mata rantai kemiskinan.
“Pendidikan adalah kunci untuk mencetak sumber daya manusia berkualitas dan generasi emas, meningkatkan taraf hidup, serta memutus mata rantai kemiskinan. Semua berawal dari pendidikan,” tegasnya.
Berbagai capaian pendidikan menjadi bukti upaya Pemprov Jatim dalam memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan. Salah satunya, Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan jumlah murid terbanyak yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) secara nasional selama tujuh tahun berturut-turut, melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), sejak 2019 hingga 2026.
Jawa Timur juga berhasil menjadi juara umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) Tingkat Nasional 2026 untuk keempat kalinya secara berturut-turut. Capaian tersebut semakin mengukuhkan posisi Jatim sebagai salah satu barometer pendidikan vokasi nasional.
Prestasi lainnya tercermin dari perolehan 45.839 medali yang tercatat dalam Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) per 12 Mei 2026.
Medali tersebut diraih pelajar Jawa Timur dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD, SMP, SMA, SMK, hingga pendidikan khusus. Prestasi itu mencakup berbagai bidang, seperti seni dan budaya, riset dan inovasi, serta olahraga.
Khofifah menilai berbagai capaian tersebut menunjukkan ekosistem pendidikan Jawa Timur terus tumbuh secara sehat, kolaboratif, kompetitif, dan berkarakter.
“Capaian-capaian ini menjadi bukti nyata kualitas unggul pendidikan Jatim serta ekosistem pendidikan yang tumbuh sehat, kolaboratif, kompetitif, dan berkarakter,” katanya.
Di sisi pemerataan akses pendidikan, Pemprov Jatim juga menjalankan Program Beasiswa Pendidikan bagi siswa dan mahasiswa Jawa Timur 2026 dengan total kuota lebih dari 143 ribu penerima.
Program tersebut mencakup 81.131 kuota beasiswa dan potongan biaya pendidikan bagi calon peserta didik SMA/SMK swasta. Selain itu, tersedia 62.000 kuota beasiswa dan keringanan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di seluruh Jawa Timur.
“Pendidikan berkualitas adalah hak seluruh masyarakat. Semua berhak mendapatkan akses yang sama,” ungkap Khofifah.
Selain peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan, Pemprov Jatim juga terus berupaya menyelesaikan persoalan terkait Tunjangan Profesi Guru (TPG). Khofifah berharap proses penyelesaian persoalan tersebut dapat berjalan lancar sehingga kesejahteraan guru semakin baik.
Menurutnya, kesejahteraan, penghargaan, dan penghormatan terhadap guru memiliki kaitan erat dengan kualitas pendidikan. Guru yang mendapatkan perhatian dan kesejahteraan yang layak akan semakin optimal dalam menjalankan tugas mendidik dan mentransfer ilmu kepada peserta didik.
“TPG ini menjadi tugas kita bersama antara pemerintah pusat dan daerah. Harapannya, segera kita carikan solusi terbaik agar bisa diberikan kepada guru-guru,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi mengatakan Khofifah telah memenuhi sejumlah kriteria ketat untuk menerima penghargaan Dwija Praja Nugraha.
Menurut Unifah, penghargaan tersebut tidak diberikan secara sembarangan karena memiliki persyaratan dan indikator yang cukup berat, terutama bagi kepala daerah tingkat provinsi.
“Dwija Praja Nugraha adalah penghargaan tertinggi kami kepada gubernur, bupati, dan wali kota. Untuk gubernur biasanya sangat sedikit karena kriterianya sangat berat,” kata Unifah.
Ia menilai Jawa Timur di bawah kepemimpinan Khofifah menunjukkan dukungan anggaran dan kebijakan yang nyata untuk memajukan sektor pendidikan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi guru, dunia usaha, dan dunia kerja juga dinilai berjalan dengan baik.
Termasuk, kata Unifah, keberpihakan terhadap guru yang terus diperjuangkan oleh Gubernur Khofifah.
“Kami menganggap Jawa Timur yang dipimpin Ibu Khofifah memiliki komitmen yang sangat kuat. Kami mendengarkan bagaimana beliau berusaha keras untuk mewujudkan itu semua dan melihat bahwa guru merupakan salah satu pilar penting untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu,” jelasnya.
Unifah juga mengungkapkan bahwa Jawa Timur terpilih dalam program Go Public! Fund Education yang digagas Education International. Program tersebut bertujuan mengampanyekan pentingnya penguatan investasi dan pendanaan sistem pendidikan publik di berbagai negara guna mewujudkan pendidikan yang bermutu.
Menurut Unifah, pemilihan Jawa Timur dalam program tersebut tidak terlepas dari berbagai capaian dan kebijakan pendidikan yang telah dilakukan Pemprov Jatim. Kiprah Khofifah di bidang pendidikan juga mendapat perhatian di tingkat internasional.
“Di dunia internasional, Ibu Khofifah sudah sangat dikenal,” ungkapnya.
Audiensi tersebut turut dihadiri Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur Dr. H. Djoko Adi Walujo, ST., M.M., DBA., beserta jajaran, serta Rektor UNIPA Surabaya Dr. Untung Lasiyono, S.E., M.Si.
Gubernur Khofifah didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, serta Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah yang juga Plt. Kepala Badan Riset Daerah Provinsi Jawa Timur.












