HeadlineJatim

Karhutla Gunung Bromo, Wagub Emil Pastikan Pemadaman dan Pencegahan Terus Dilakukan

×

Karhutla Gunung Bromo, Wagub Emil Pastikan Pemadaman dan Pencegahan Terus Dilakukan

Sebarkan artikel ini
Karhutla Gunung Bromo terus ditangani. Wagub Emil Dardak mengerahkan 3 helikopter, 7 damkar, dan 200 personel untuk memadamkan api.
Example 468x60

Probolinggo, Jatimmandiri.id – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo terus dilakukan secara terpadu. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan upaya pemadaman dan pencegahan penyebaran api dilakukan secara kolektif dengan melibatkan unsur gabungan.

Emil mengatakan, saat ini operasi pemadaman difokuskan pada dua titik utama, yakni Pundak Lembu di sisi timur dari lokasi kebakaran puncak B29 dan Watangan di sisi barat. Selain pengerahan personel dan kendaraan pemadam, operasi juga didukung tiga unit helikopter untuk melakukan pengeboman air (water bombing).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Upaya penanganan kebakaran Gunung Bromo medannya sangat menantang. Ada titik yang tidak bisa dijangkau kendaraan maupun personel yang berjalan kaki menuju lokasi. Karena itu, penanganan dilengkapi dengan tiga unit helikopter untuk melakukan water bombing,” kata Emil saat meninjau penanganan karhutla, Minggu (9/8/2026).

Ia menjelaskan, titik utama yang menjadi perhatian berada di kawasan puncak B29, tepatnya Pundak Lembu. Luasan wilayah yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 500 hektare.

Namun, Emil menegaskan angka tersebut tidak berarti seluruh area terbakar. Berdasarkan pemantauan terakhir, terdapat tambahan area sekitar 250 hektare yang terdampak hingga Minggu pagi.

“Fokusnya di daerah puncak B29, tepatnya Pundak Lembu, lokasi paling timur dari titik kebakaran seluas 500 hektare. 500 hektare tidak terbakar semua, tetapi tambahan 250 hektare terjadi kemarin hingga tadi pagi,” imbuhnya.

Selain B29 dan Watangan, titik lain yang menjadi perhatian berada di kawasan Penanjakan. Lokasi tersebut juga menjadi sasaran operasi water bombing.

Helikopter mengambil air dari kawasan Ranu Pani dan Ranu Regulo. Setelah melakukan pemadaman di B29, operasi udara dilanjutkan menuju kawasan Penanjakan.

“Mengambil air dari Ranu Pani dan Ranu Regulo. Satu titik di B29 sudah dilakukan water bombing dan setelah itu dilanjutkan ke Penanjakan,” ungkap Emil.

Baca Juga  Eri Cahyadi Sidak Titik Banjir Surabaya, Soroti Bangunan Warga yang Tutupi Saluran Air

Antisipasi Api Melompati Jalur Kaldera

Emil menjelaskan, salah satu tantangan dalam penanganan karhutla adalah kondisi medan dan angin yang cukup kencang. Di kawasan tersebut terdapat jalur selebar sekitar 18 meter yang dikenal sebagai Jalur Kaldera Tengger.

Namun, jalur tersebut belum sepenuhnya dapat menjadi penghalang penyebaran api. Dengan kondisi angin kencang, terdapat kemungkinan api melompati jalur dan membakar rerumputan maupun alang-alang di sisi lainnya.

“Ada jalur lain ke arah Penanjakan yang lebih pendek, tetapi batas atas dari titik kebakaran. Menjadi titik siaga supaya tidak menyebar,” ujarnya.

Untuk mencegah api meluas, penanganan dilakukan melalui kombinasi pemadaman dan pencegahan. Sebanyak tujuh unit mobil pemadam kebakaran, sekitar 200 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), serta tiga helikopter dikerahkan.

Emil menegaskan, area yang telah berhasil dipadamkan tetap mendapatkan pengawasan. Personel dan kendaraan pemadam disiagakan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

“Titik yang sudah padam tetap disiagakan damkar dan personel untuk mengantisipasi potensi api sehingga tidak menyebar ke titik lainnya. Semua bergerak menangani wilayah yang 500 hektare dan tetap menjadi kewaspadaan,” jelasnya.

TNBTS Ditutup Sementara

Sebagai langkah mitigasi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memprioritaskan pemadaman sekaligus pencegahan agar kebakaran tidak merembet ke kawasan lain. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menutup sementara kawasan wisata TNBTS.

Sementara itu, potensi evakuasi masyarakat sekitar juga telah dipetakan. Warga yang berada di sekitar B29 menjadi perhatian dan disiagakan lebih banyak, meskipun hingga saat ini belum dilakukan evakuasi karena jarak permukiman masih dinilai cukup aman.

“Hasil pantauan di lapangan belum pada titik evakuasi, tetapi sudah disiapkan jalur evakuasi serta ada pantauan 24 jam untuk memastikan bahwa warga siaga dan siap dievakuasi jika memang diperlukan,” kata Emil.

Baca Juga  Golkar Bojonegoro Gelar Pendidikan Politik dan Jelajah Geopark Wonocolo

Selain mengerahkan personel dan helikopter, BPBD Jawa Timur juga menggunakan drone sprayer berkapasitas sekitar 70 liter air. Drone tersebut dimanfaatkan untuk melakukan pendinginan pada area yang telah dipadamkan tetapi masih mengeluarkan asap.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah bara atau titik panas kembali memicu kebakaran.

Tiga Helikopter Dikerahkan

Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan Kepala Balai TNBTS untuk menutup kawasan TNBTS secara total.

Penutupan dilakukan agar seluruh sumber daya dapat difokuskan pada upaya pemadaman, pencegahan kebakaran di lokasi lain, sekaligus memastikan keselamatan masyarakat.

“Pemadaman menggunakan tiga helikopter yang beroperasi. Hari ini cuaca cerah dan ada 30 water bombing sehingga titik api bisa segera dipadamkan,” ungkap Raja Juli.

Ia menambahkan, berdasarkan perhitungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), operasi modifikasi cuaca belum dapat dilakukan dalam 10 hari ke depan.

Karena itu, penanganan karhutla untuk sementara mengandalkan operasi water bombing dan pengerahan pasukan darat.

Selain itu, penerapan sistem incident commander dilakukan agar koordinasi penanganan berjalan lebih terstruktur. Dengan sistem tersebut, kebutuhan di lapangan serta berbagai kendala dapat dikoordinasikan dengan lebih cepat sehingga upaya pemadaman dan pencegahan dapat berjalan optimal.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *