Intisari Berita:
-
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan gerakan tafaqquh fiddin lintas profesi saat orasi ilmiah di Wisuda Angkatan V Ma’had Aly Nurul Cholil Bangkalan, Minggu (9/8/2026).
-
Pemprov Jatim mencatat sebanyak 7.976 mahasiswa telah menerima Beasiswa LPPD Jatim periode 2019–2026, yang mencakup jenjang S1 hingga S3 serta program studi internasional di Universitas Al-Azhar, Kairo.
-
Khofifah menekankan pentingnya kualifikasi tinggi lulusan Al-Azhar sebagai cetakan ulama dan mendorong Ma’had Aly Nurul Cholil terus berkembang menuju marhalah tsaniyah.
Bangkalan, Jatimmandiri.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan gerakan tafaqquh fiddin (pemahaman mendalam tentang keagamaan) agar menjangkau berbagai latar belakang profesi masyarakat.
Pesan ini disampaikannya saat memberikan orasi ilmiah dalam gelaran Wisuda Angkatan V Ma’had Aly Nurul Cholil di Kabupaten Bangkalan, Minggu (9/8/2026).
Khofifah optimistis melimpahnya potensi sumber daya keagamaan serta keberadaan para ulama di Jawa Timur mampu memberikan dampak positif yang meluas bagi pembangunan daerah.
“Untuk bisa membangun tafaqquh fiddin dari berbagai profesi-profesi yang lain, InsyaAllah di Jawa Timur ini gudangnya ulama. Dan banyaknya ulama ini memberikan manfaat yang luar biasa di Jawa Timur,” kata Khofifah di hadapan 51 mahasantri yang diwisuda.
Capaian 7.976 Penerima Beasiswa LPPD Jatim Periode 2019–2026
Di hadapan para wisudawan, Khofifah memaparkan komitmen berkelanjutan Pemprov Jatim dalam memperluas akses pendidikan tinggi keagamaan melalui Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Provinsi Jatim. Terhitung sejak 2019 hingga 2026, sebanyak 7.976 mahasiswa telah menerima manfaat dari program beasiswa tersebut.
Khusus untuk jenjang Ma’had Aly, penyerahan beasiswa terdistribusi secara bertahap setiap tahunnya, yaitu:
- 2019: 240 mahasiswa
- 2021: 425 mahasiswa
- 2023: 285 mahasiswa
- 2024: 45 mahasiswa
- 2025: 380 mahasiswa
-
2026: 105 mahasiswa
Ekspansi program beasiswa ini juga terus meluas hingga jenjang Pascasarjana (S2 dan S3) serta program kerja sama internasional dengan Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir.
“Tentu ini karena doa, ikhtiar, dan kerja keras kita semua, kita sudah bisa menambah beasiswa S2 dan mulai memasifkan beasiswa S3. Dan ada beasiswa Al-Azhar yang dulunya kita kirim S1, tapi kita mendiskusikan untuk meningkatkan ke S2,” ujar Khofifah.
Standar Ulama Lulusan Al-Azhar dan Harapan Masa Depan Ma’had Aly
Mengenai program beasiswa Universitas Al-Azhar, Pemprov Jatim memfasilitasi puluhan mahasiswa tiap tahunnya, mulai dari 30 mahasiswa per tahun pada periode 2021–2023, 33 mahasiswa pada 2024, 35 mahasiswa pada 2025, hingga 30 mahasiswa pada 2026.
Khofifah menekankan tingginya standar kualifikasi lulusan penerima beasiswa Al-Azhar yang harus mendapatkan persetujuan langsung dari pimpinan tertinggi Al-Azhar.
“Saya ingin menyampaikan untuk mendapatkan beasiswa di Al-Azhar itu persetujuannya harus oleh Grand Sheikh Al-Azhar. Alhamdulillah waktu itu kami diterima langsung oleh beliau. Saya menyampaikan bahwa mereka yang pulang dari Al-Azhar bukan sarjana Al-Azhar, mereka yang pulang dari Al-Azhar adalah ulama Al-Azhar. Jadi beda standar,” tegasnya.
Menutup orasinya, Gubernur berpesan agar para alumni Ma’had Aly tak hanya unggul secara keilmuan Islam, tetapi juga cakap menguasai teknologi dan merespons dinamika zaman. Ia berharap Ma’had Aly Nurul Cholil dapat terus berkembang melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.
“Nurul Cholil insyaAllah termasuk yang punya peluang besar meningkat pada marhalah tsaniyah. Semoga semua bisa berseiring dengan program di Ma’had Aly ini. Salam sukses berkah semuanya dan semoga ilmunya manfaat barakah. Amin,” pungkas Khofifah.












