Surabaya, Jatimmandiri.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengupayakan helikopter pengebom air atau water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bisa beroperasi melakukan upaya pemadaman kebakaran di Bromo pada Jumat (7/8/2026).
Khofifah mengatakan, helikopter water bombing diperkirakan akan mendarat terlebih dahulu di Bandara Juanda sebelum diberangkatkan ke kawasan Bromo.
“Komunikasi terus dilakukan karena posisinya ini di Kalimantan, saya memahami mereka juga membutuhkan. InsyaAllah helikopter bantuan dari BNPB besok pagi sudah di sana,” kata Khofifah, Kamis (6/8/2026).
Dia menyampaikan saat ini proses penanganan kebakaran terus dilakukan menggunakan drone water spray dengan daya angkut air 150 liter.
Drone tersebut dipastikannya telah dioperasionalkan melakukan upaya pemadaman.
“Area yang dilintasi drone memang membutuhkan izin supaya ketika bekerja tidak ada yang mengganggu,” ujar dia.
Kendati demikian, ia menyampaikan bahwa proses pemadaman ini tidak cukup hanya dengan pesawat nir awak karena membutuhkan unit yang mampu menampung air lebih banyak lagi.
Oleh karena itu, Khofifah menilai keberadaan helikopter pengebom air begitu dibutuhkan sehingga operasi penanganan kebakaran di Bromo mampu berjalan lebih efektif.
“Karena kan volume air yang bisa kami gunakan untuk melakukan pemadaman itu lebih besar,” ujarnya.
Dia memastikan, seluruh petugas gabungan yang berada di lapangan terus berusaha memadamkan kobaran api, kemudian melakukan pembasahan lokasi untuk meminimalkan potensi meluasnya titik kebakaran.
Khofifah berharap penanganan manual dari petugas yang dibarengi penggunaan teknologi modern mampu mempercepat proses pemadaman kebakaran di kawasan Gunung Bromo.












