Jateng

Panen Padi Cilacap Diprediksi Capai 24.000 Hektare Meski Dilanda Kekeringan

×

Panen Padi Cilacap Diprediksi Capai 24.000 Hektare Meski Dilanda Kekeringan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

CILACAP, Jatim Mandiri – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cilacap memprediksi luas panen padi pada Agustus 2026 mencapai sekitar 24.000 hektare. Panen tersebut menjadi puncak musim tanam kedua sekaligus diharapkan mampu menjaga produksi beras daerah meski sebagian lahan mulai terdampak kekeringan akibat musim kemarau.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap Sigit Widayanto mengatakan hingga akhir Juli 2026 realisasi panen padi di wilayahnya telah mencapai 90.689 hektare dengan produktivitas rata-rata 64,44 kuintal gabah kering panen per hektare.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Agustus ini merupakan panen raya musim tanam kedua. Prediksi luas panennya sekitar 24.000 hektare,” kata Sigit, Kamis (6/8).

Menurutnya, Kabupaten Cilacap masih menjadi salah satu daerah penyangga produksi pangan di Jawa Tengah karena memiliki luas lahan baku sawah mencapai 67.031 hektare. Luasan tersebut menjadi modal utama dalam menjaga stabilitas produksi padi setiap tahun.

Sigit menjelaskan luas panen pada musim tanam pertama maupun musim tanam kedua relatif tidak berbeda jauh. Karena itu, pihaknya optimistis produksi padi tahun ini tetap mampu memenuhi target yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Di sisi lain, musim kemarau mulai memberikan dampak terhadap sejumlah areal persawahan, terutama lahan musim tanam kedua yang mengalami keterlambatan jadwal tanam. Kondisi tersebut menyebabkan tanaman memasuki fase pertumbuhan ketika curah hujan mulai menurun.

Hingga awal Agustus, Dinas Pertanian mencatat sekitar 1.121 hektare sawah mengalami kekeringan.

Yang mengalami kekeringan ini merupakan lahan musim tanam kedua karena waktu tanamnya mundur, sehingga sekarang terdampak kekeringan,” jelasnya.

Lahan yang terdampak tersebar di sejumlah kecamatan di wilayah barat Kabupaten Cilacap, di antaranya Dayeuhluhur, Wanareja, Kampung Laut, Gandrungmangu, Cipari, Sidareja, Patimuan, dan Kedungreja.

Baca Juga  Bupati Rembang Buka Akademi Karang Taruna di Karangsari Park, Dorong Bumi Perkemahan Kembali Hidup

Sebagian besar sawah tersebut sebenarnya berada dalam kawasan irigasi. Namun, menurunnya debit air selama musim kemarau membuat pasokan air tidak mampu menjangkau seluruh areal pertanian sehingga tanaman mengalami kekurangan air.

Khusus di Kecamatan Patimuan, petani menghadapi kendala berbeda. Air yang tersedia didominasi air payau sehingga tidak layak digunakan untuk mengairi tanaman padi.

Meski menghadapi tantangan tersebut, Dinas Pertanian tetap optimistis panen raya Agustus dapat berlangsung sesuai proyeksi. Sebagian besar tanaman saat ini telah memasuki fase masak panen sehingga dampak kekeringan diperkirakan hanya terjadi pada sebagian kecil lahan.

Untuk mengantisipasi kerugian yang lebih besar, Distan terus melakukan pemantauan perkembangan tanaman di seluruh kecamatan. Pendataan terhadap lahan terdampak kekeringan juga terus dilakukan sebagai dasar penyusunan langkah mitigasi dan penanganan.

Langkah tersebut dinilai penting agar kehilangan hasil panen dapat ditekan sekaligus mendukung target produksi padi Kabupaten Cilacap tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 834.712 ton.

Dengan capaian panen sepanjang Januari hingga Juli mencapai 90.689 hektare, ditambah proyeksi panen 24.000 hektare selama Agustus, pemerintah daerah optimistis Kabupaten Cilacap tetap mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu lumbung padi terbesar di Jawa Tengah.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *