Jember, Jatimmandiri.id – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui kegiatan Jember Bersholawat menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Jember untuk memperkokoh persatuan, mempererat toleransi, serta meneguhkan komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.
Ratusan warga memadati Alun-Alun Jember pada Rabu (5/8/2026) malam untuk mengikuti Jember Bersholawat. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh agama dari berbagai agama dan kepercayaan, jajaran pemerintah pusat maupun daerah, serta pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, K.H.R. Ahmad Azaim Ibrahimy, bersama para jemaah.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, mengatakan kehadiran para tokoh agama dalam satu majelis menjadi simbol kuat bahwa Kabupaten Jember dibangun di atas nilai persaudaraan, saling menghormati, dan semangat menjaga kerukunan di tengah keberagaman.
“Jember adalah rumah besar bagi seluruh masyarakat. Keberagaman merupakan kekuatan yang harus terus dirawat melalui persatuan dan gotong royong,” ujar Gus Fawait.
Menurutnya, semangat persatuan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk pelayanan publik yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Jember terus melakukan berbagai pembenahan, termasuk mempercepat pelayanan administrasi kependudukan dan perizinan agar semakin mudah diakses, cepat, dan menjangkau seluruh wilayah.
Di bidang kesehatan, Pemkab Jember juga terus memperluas layanan berobat gratis bagi seluruh warga yang memiliki KTP Jember. Selain itu, program Home Care bagi masyarakat miskin ekstrem terus diperkuat agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau pasien hingga ke rumah.
Komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia juga diwujudkan melalui program beasiswa pendidikan yang kini semakin inklusif. Salah satu terobosannya adalah membuka jalur khusus bagi kalangan santri sehingga semakin banyak generasi muda Jember memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Gus Fawait menilai, penyelenggaraan Jember Bersholawat tidak hanya membawa manfaat dari sisi keagamaan dan sosial, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Ribuan warga yang hadir mampu menggerakkan aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang kaki lima di sekitar lokasi acara.
Ia berharap Jember Bersholawat dapat terus menjadi agenda tahunan yang tidak hanya memperkuat syiar Islam, tetapi juga mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta mendukung pembangunan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Semoga setiap lantunan selawat yang berkumandang di Kabupaten Jember menjadi doa bagi keberkahan daerah ini. Kami ingin Jember terus tumbuh sebagai rumah besar yang rukun, religius, maju, serta selalu hadir memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat,” pungkas Gus Fawait.













