Jatim

Adopsi Inovasi Mahasiswa KKN Bupati Yes Terapkan Gerakan Seribu Biopori

×

Adopsi Inovasi Mahasiswa KKN Bupati Yes Terapkan Gerakan Seribu Biopori

Sebarkan artikel ini
Kebersamaan Pak Yes dengan mahasiswa dari Perguruan Tinggi di Jawa Timur.
Example 468x60

Lamongan, Jatimmandiri.id – Inovasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Lamongan tak hanya berhenti sebagai program akademik. Bupati Lamongan Yuhronur Efendi atau Pak Yes berencana mengadopsi salah satu inovasi yang dinilai berdampak langsung bagi masyarakat, yakni Gerakan Biopori, sebagai upaya mengatasi banjir, mengurangi genangan, sekaligus meningkatkan cadangan air saat musim kemarau.

Gagasan tersebut disampaikan saat KKN Megilan Expo 2026 di Pendopo Lokatantra, Rabu (5/8), yang menjadi ajang pelepasan mahasiswa KKN dari delapan perguruan tinggi sekaligus pameran hasil inovasi yang telah diterapkan di berbagai desa di Lamongan.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Menurut Pak Yes, konsep biopori layak dikembangkan menjadi gerakan bersama karena manfaatnya sangat relevan dengan kebutuhan daerah, khususnya wilayah yang masih mengalami kekurangan air.

“Saya memandang perlu biopori. Untuk itu saya minta nanti ada Gerakan Biopori dalam waktu dekat. Bapperida supaya mendesain kegiatannya, apakah sejuta biopori, 100 ribu biopori, atau minimal seribu biopori. Pelaksanaannya bisa melibatkan mahasiswa dan universitas, dengan fokus di Kecamatan Sarirejo yang saat ini masih mengalami kekurangan air,” ujar Pak Yes.

Ia meminta Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Lamongan segera menyusun desain program yang dapat dikerjakan secara kolaboratif bersama perguruan tinggi dan masyarakat.

Selain biopori, Pak Yes mengapresiasi berbagai inovasi yang dipamerkan mahasiswa. Menurutnya, banyak ide kreatif yang selama ini belum terpikirkan oleh pemerintah daerah dan berpotensi menjadi solusi bagi berbagai persoalan di masyarakat.

“Setelah dipaparkan tadi, luar biasa. Ada banyak hal yang sebelumnya tidak terpikirkan. Karya-karya ini bisa menjadi inspirasi, berkembang menjadi kebiasaan masyarakat, bahkan menjadi inovasi baru yang bermanfaat apabila terus dipelihara dan dikembangkan,” katanya.

Baca Juga  PDIP Gelar RedTalk di Malang, Ajak Anak Muda Sampaikan Gagasan untuk Masa Depan Indonesia

Sementara itu, Kepala Bapperida Lamongan Sujarwo melaporkan program KKN tahun 2026 berlangsung mulai Juli hingga Agustus dan melibatkan 3.220 mahasiswa dari delapan perguruan tinggi.

Adapun perguruan tinggi yang berpartisipasi meliputi Universitas Airlangga dengan 209 mahasiswa di empat kecamatan dan 22 desa, Universitas Islam Darul ‘Ulum Lamongan sebanyak 614 mahasiswa di enam kecamatan dan 26 desa, Universitas Islam Lamongan sebanyak 455 mahasiswa di satu kecamatan dan 17 desa, UIN Sunan Ampel Surabaya sebanyak 810 mahasiswa di tiga kecamatan dan 54 desa, Universitas Brawijaya sebanyak 117 mahasiswa di tiga kecamatan dan tujuh desa, Universitas Muhammadiyah Lamongan sebanyak 470 mahasiswa di dua kecamatan dan 27 desa, Universitas Negeri Malang sebanyak 65 mahasiswa di tiga kecamatan dan lima desa, serta UPN Veteran Jawa Timur sebanyak 480 mahasiswa di satu kecamatan dan 16 desa.

Sujarwo berharap berbagai inovasi dan produk unggulan yang dihasilkan mahasiswa tidak berhenti pada kegiatan KKN semata, tetapi dapat menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.

“Kami berharap berbagai inovasi produk unggulan dan program kerja dari berbagai universitas dapat menjadi rekomendasi dalam penyusunan kebijakan Pemerintah Kabupaten Lamongan, khususnya untuk pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi desa guna meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini menjadi yang pertama dan diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah,” ujar Sujarwo.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, Pemerintah Kabupaten Lamongan berharap inovasi yang lahir dari mahasiswa dapat diimplementasikan secara nyata sehingga memberi manfaat berkelanjutan bagi pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *