Surabaya, Jawa Timur
Basarnas membantah kabar bahwa KMP Mutiara Sentosa II tidak dilengkapi sekoci saat terbakar di perairan utara Sumenep, Madura, Minggu (2/8). Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memastikan kapal itu memiliki enam sekoci dan 25 life raft. Namun api yang cepat membesar membuat kru tak sempat menurunkannya.
Syafii menjelaskan api membakar bagian tengah bawah kapal dan cepat menjalar ke buritan karena tiupan angin kencang. Seluruh penumpang kemudian diarahkan naik ke anjungan depan sambil mengenakan life jacket.
“Dan pada saat itu kapal terbakar dari informasi yang didapat, dari tengah bagian bawah, dan arah angin menuju dengan kencangnya menuju ke belakang. Sehingga kebakaran itu luar biasa mengarah ke belakang,” kata Syafii dalam konferensi pers di posko terpadu Terminal Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (4/8).
Dia menegaskan sekoci dan perahu karet sebenarnya tersedia lengkap di kapal, tetapi kondisi kebakaran tidak memungkinkan kru menurunkannya. “Jadi, setelah kita konfirmasi kepada kru kapal bahwa kapal itu sudah dilengkapi standar keselamatan. Di dalamnya ada sekoci, ada perahu karet,” ujarnya.
“Artinya bahwa sekoci, perahu tidak bisa diturunkan bukan karena tidak ada. Tapi memang kondisi api yang tidak memungkinkan dari kru untuk menurunkan peralatan keselamatan tersebut,” lanjut Syafii.
Ia menambahkan kondisi kebakaran berbeda dengan kebocoran kapal yang biasanya memberi waktu bagi kru menurunkan alat keselamatan secara bertahap. “Tapi pada saat kebakaran, kondisi yang terjadi, tindakan awal yang dilakukan oleh kru adalah tindakan pemadaman. Pada saat tidak sanggup, saat itulah memberikan tindakan untuk mem-broadcast semuanya lari, semuanya mengambil perlengkapan life jacket itu,” katanya.
Wakil Menteri Perhubungan Suntana membenarkan data Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) yang mencatat kapal memiliki enam sekoci dan 25 life raft berkapasitas menampung seluruh penumpang.
“Cuma tadi dijelaskan oleh Pak Kepala Basarnas karena situasinya itu tidak bisa diturunkan, ya. Tapi tetap menjadi temuan kita. Itu bahan evaluasi,” kata Suntana.
Kepala Cabang PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) Surabaya selaku operator kapal, Ferdinan Pondang, turut memastikan seluruh alat keselamatan termasuk sekoci, jaket pelampung, hingga alat pemadam api ringan tersedia lengkap di kapal.
“Kalau alat keselamatan ada di kapal. Untuk jumlahnya saya juga belum bisa mengetahui, tapi ada. Sekoci, alat pelampung,” katanya. Ferdinan juga membantah kesaksian sejumlah korban yang mengaku tidak mendengar fire alarm berbunyi saat kejadian.
“Kalau itu alarm fungsi. Cuma saya belum tahu kan info dari nakhoda kan apa itu diaktifkan atau tidak kan saya belum dapat info,” ujarnya.
Ia menjelaskan penumpang memilih melompat ke laut karena seluruh sekoci dan Inflatable Life Raft berada di buritan, titik yang justru menjadi awal kebakaran. “Sekoci, ILR, semuanya di belakang. Jadi nakhoda katanya menyampaikan itu penumpang dialokasikan ke haluan semua untuk lompat pada saat kapal semua mulai terbakar,” katanya.
Seperti diberitakan KMP Mutiara Sentosa II, yang berlayar dari Surabaya menuju Makassar terbakar hebat di perairan utara Sumenep, Madura, Minggu (2/8). Basarnas mencatat seluruh 238 orang di kapal telah dievakuasi, dengan lima orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Operasi pencarian dan penyelamatan korban resmi ditutup pada hari yang sama. (ant/cnn/ibn)












