Surabaya, Jatimmandiri.id – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr Lia Istifhama MEI, mengucapkan selamat memperingati Pekan ASI Sedunia (World Breastfeeding Week) 2026 yang berlangsung pada 1–7 Agustus.
Pada momentum tersebut, Lia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mendukung keberlangsungan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif sebagai investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Menurut senator yang akrab disapa Ning Lia, peringatan Pekan ASI Sedunia bukan sekadar kampanye kesehatan, tetapi juga pengingat bahwa pemenuhan hak anak untuk memperoleh ASI merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tanggung jawab seorang ibu.
“Saya mengucapkan selamat memperingati Pekan ASI Sedunia 2026 kepada seluruh ibu hebat di Indonesia. Terima kasih atas cinta, ketulusan, dan pengorbanan yang diberikan melalui ASI. Menyusui adalah ikhtiar mulia untuk membangun generasi bangsa yang sehat sejak hari pertama kehidupan,” ujar Lia, Selasa (4/8/2026).
Lia mengatakan tema Pekan ASI Sedunia di Indonesia kali ini mengusung Bekerja Bersama untuk Keberlangsungan Pemberian ASI.
Hal ini memiliki makna yang sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi para ibu saat ini, terutama bagi ibu bekerja yang membutuhkan dukungan lingkungan agar tetap dapat memberikan ASI secara optimal.
“Keberhasilan pemberian ASI eksklusif tidak hanya bergantung pada ibu. Dibutuhkan dukungan keluarga, suami, tenaga kesehatan, tempat kerja, dunia usaha, pemerintah, hingga masyarakat agar setiap ibu dapat menyusui dengan nyaman dan tanpa hambatan,” katanya.
Anggota Komite III DPD RI itu menjelaskan bahwa ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi, terutama selama enam bulan pertama kehidupan.
Kandungan nutrisi di dalam ASI telah dirancang secara alami untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembang bayi sekaligus memperkuat sistem kekebalan tubuh.
“ASI bukan hanya sumber nutrisi, tetapi juga perlindungan alami bagi bayi. Pemberian ASI eksklusif menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah stunting, meningkatkan kualitas kesehatan anak, dan mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia,” ujarnya.
Selain bermanfaat bagi bayi, Lia menambahkan bahwa menyusui juga memberikan manfaat bagi kesehatan ibu, termasuk membantu proses pemulihan pascamelahirkan serta menurunkan risiko sejumlah penyakit.
“Ketika seorang ibu menyusui, manfaatnya dirasakan oleh dua pihak sekaligus. Bayi memperoleh nutrisi terbaik, sementara ibu juga mendapatkan manfaat kesehatan. Karena itu, budaya menyusui perlu terus diperkuat melalui edukasi dan kebijakan yang mendukung,” tuturnya.
Lia juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang ramah bagi ibu menyusui.
Menurutnya, perusahaan dan instansi pemerintah perlu menyediakan ruang laktasi yang layak serta memberikan dukungan terhadap ibu bekerja agar tetap dapat memberikan ASI eksklusif.
“Perempuan tidak boleh dipaksa memilih antara karier dan memberikan ASI kepada anaknya. Negara, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan harus menghadirkan kebijakan yang mendukung ibu menyusui, termasuk penyediaan ruang laktasi dan lingkungan kerja yang ramah keluarga,” tegasnya.
Lia menilai upaya meningkatkan cakupan ASI eksklusif merupakan bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Oleh karena itu, edukasi mengenai pentingnya ASI harus terus diperluas hingga ke tingkat keluarga dan masyarakat.
“Investasi terbaik bagi bangsa dimulai dari keluarga. Ketika bayi memperoleh haknya untuk mendapatkan ASI secara optimal, maka kita sedang membangun fondasi kesehatan, kecerdasan, dan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan,” jelasnya.
Pada momentum Pekan ASI Sedunia, Lia juga mengajak para ayah untuk mengambil peran lebih besar dalam mendukung proses menyusui.
“Peran ayah sangat penting. Dukungan emosional, perhatian, dan keterlibatan suami akan memberikan semangat bagi ibu untuk terus menyusui. Menyukseskan ASI eksklusif adalah tanggung jawab bersama seluruh keluarga,” beber dia.
Lia berharap semangat Pekan ASI Sedunia dapat menjadi pengingat bahwa keberhasilan menyusui merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, sebagaimana semangat global yang terus didorong oleh World Alliance for Breastfeeding Action (WABA) bersama WHO dan UNICEF.
“Semoga semakin banyak bayi Indonesia memperoleh haknya untuk mendapatkan ASI eksklusif. Mari kita bekerja bersama menciptakan lingkungan yang mendukung ibu menyusui, demi melahirkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, tangguh, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tuntasnya.












