Gresik, Jatimmandiri.id – Polres Gresik bersama jajaran Forkopimca Menganti mematangkan pengamanan pelaksanaan Khitanan Massal, Pengajian Akbar, dan konser musik reggae yang akan digelar di Pondok Wong Bodho, Desa Sidowungu, Kecamatan Menganti, pada 4–5 Agustus 2026.
Persiapan dilakukan melalui rapat koordinasi lintas instansi di Mapolres Gresik, Senin (3/8/2026), guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Rapat dipimpin jajaran Polres Gresik dan dihadiri Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Kapolsek Menganti Kompol Arief Sukmo Wibowo, SIK, MH, Danramil Menganti Kapten Inf Didik, unsur Forkopimka Menganti, pemerintah kecamatan, serta panitia Pondok Wong Bodho.
Koordinasi difokuskan pada penyusunan pola pengamanan terpadu yang melibatkan Polri, TNI, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan panitia, mengingat kegiatan diperkirakan dihadiri ribuan masyarakat dari Gresik maupun daerah sekitar.
“Pengamanan kegiatan masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Seluruh personel yang bertugas diminta mengedepankan profesionalisme, pendekatan humanis, dan persuasif agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar serta memberikan rasa aman bagi masyarakat,” jelas Kapolres Gresik dalam arahannya.
Selain pengamanan lokasi, dibahas pula rekayasa arus lalu lintas, penempatan titik-titik strategis, kesiapsiagaan layanan kesehatan, jalur evakuasi darurat, sistem komunikasi antarinstansi, hingga langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan maupun kepadatan kendaraan.
Khitanan massal sebagai kegiatan sosial diharapkan mampu membantu masyarakat yang membutuhkan, sementara pengajian akbar menjadi momentum memperkuat nilai-nilai keagamaan, persaudaraan, dan kebersamaan. Kehadiran hiburan musik sebagai bagian dari rangkaian acara juga diharapkan dapat memberikan ruang hiburan bagi masyarakat dengan tetap mengedepankan ketertiban dan kepatuhan terhadap ketentuan hukum yang berlaku.
Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat mencerminkan komitmen Bersama stabilitas keamanan dan kerukunan masyakarat Gresik.












