Gaya Hidup

Penyebab Asam Urat Kambuh dan Cara Mencegahnya, Kenali Gejala serta Pola Hidup Sehat

×

Penyebab Asam Urat Kambuh dan Cara Mencegahnya, Kenali Gejala serta Pola Hidup Sehat

Sebarkan artikel ini
Kenali penyebab asam urat kambuh, gejala yang perlu diwaspadai, serta cara mencegahnya melalui pola makan sehat, olahraga, dan gaya hidup yang tepat agar kadar asam urat tetap terkendali.
Example 468x60

Jatimmandiri.id – Asam urat merupakan salah satu penyakit yang banyak dialami masyarakat Indonesia. Kondisi ini terjadi ketika kadar asam urat dalam darah meningkat sehingga membentuk kristal pada persendian.

Akibatnya, penderita dapat merasakan nyeri hebat, pembengkakan, hingga kesulitan bergerak.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Serangan asam urat sering kali datang secara tiba-tiba, terutama pada malam atau dini hari. Meski dapat dikendalikan, penyakit ini berpotensi kambuh apabila penderitanya tidak menjaga pola makan dan gaya hidup.

Lantas, apa saja penyebab asam urat kambuh dan bagaimana cara mencegahnya?

Penyebab Asam Urat Kambuh

Asam urat dipicu oleh tingginya kadar purin dalam tubuh. Purin merupakan zat alami yang terdapat di dalam tubuh maupun berbagai jenis makanan. Ketika purin dipecah, tubuh menghasilkan asam urat yang kemudian dikeluarkan melalui ginjal.

Jika produksi asam urat berlebihan atau fungsi ginjal tidak mampu membuangnya secara optimal, kadar asam urat akan meningkat dan memicu serangan.

Berikut beberapa penyebab asam urat sering kambuh:

1. Mengonsumsi Makanan Tinggi Purin

Makanan menjadi faktor utama pemicu asam urat. Beberapa makanan yang sebaiknya dibatasi antara lain:

  • Jeroan, seperti hati, usus, dan limpa.
  • Daging merah, seperti sapi dan kambing.
  • Seafood, seperti udang, kepiting, kerang, sarden, dan teri.
  • Kaldu daging yang pekat.

2. Kurang Minum Air Putih

Kekurangan cairan membuat ginjal bekerja lebih berat sehingga proses pembuangan asam urat menjadi kurang optimal. Akibatnya, kadar asam urat dalam darah meningkat.

3. Berat Badan Berlebih

Obesitas meningkatkan risiko produksi asam urat yang lebih tinggi sekaligus mengurangi kemampuan tubuh membuangnya melalui ginjal.

4. Konsumsi Minuman Manis dan Beralkohol

Minuman dengan kandungan gula fruktosa tinggi maupun alkohol dapat meningkatkan pembentukan asam urat di dalam tubuh.

Baca Juga  Cara Membuat Pembersih Lantai dari Bahan Alami, Aman, Hemat, dan Ramah Lingkungan

5. Jarang Berolahraga

Kurangnya aktivitas fisik dapat memicu kenaikan berat badan dan gangguan metabolisme yang berkontribusi terhadap peningkatan kadar asam urat.

6. Efek Samping Obat Tertentu

Beberapa jenis obat, seperti obat diuretik untuk tekanan darah tinggi, dapat meningkatkan kadar asam urat pada sebagian orang.

7. Memiliki Penyakit Penyerta

Gangguan ginjal, diabetes melitus, hipertensi, dan sindrom metabolik juga dapat meningkatkan risiko asam urat kambuh.

Gejala Asam Urat yang Perlu Diwaspadai

Gejala asam urat biasanya muncul secara mendadak dengan intensitas nyeri yang cukup berat.

Beberapa tanda yang sering dialami antara lain:

  • Nyeri hebat pada sendi, terutama ibu jari kaki.
  • Sendi tampak merah, bengkak, dan terasa hangat.
  • Sulit berjalan atau menggerakkan sendi.
  • Nyeri berlangsung beberapa hari hingga lebih dari satu minggu.
  • Muncul benjolan keras (tofus) pada penderita yang telah lama mengalami asam urat.

Cara Mencegah Asam Urat Kambuh

Mencegah asam urat sebenarnya dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat secara konsisten.

1. Batasi Makanan Tinggi Purin

Kurangi konsumsi jeroan, daging merah, makanan laut tertentu, dan makanan olahan yang tinggi kandungan purin.

Sebagai gantinya, perbanyak konsumsi:

  • Sayuran.
  • Buah-buahan.
  • Biji-bijian utuh.
  • Susu rendah lemak.
  • Protein rendah lemak seperti ayam tanpa kulit dan ikan secukupnya.

2. Perbanyak Minum Air Putih

Minumlah sekitar 2–3 liter air putih setiap hari agar ginjal bekerja optimal dalam membuang kelebihan asam urat.

3. Jaga Berat Badan Ideal

Menurunkan berat badan secara bertahap dapat membantu menurunkan kadar asam urat sekaligus mengurangi tekanan pada persendian.

4. Rutin Berolahraga

Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari, seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau senam ringan.

Baca Juga  Apa Saja Manfaat Cuka Apel untuk Kehidupan Sehari-hari?

5. Batasi Minuman Manis

Kurangi konsumsi minuman bersoda, minuman kemasan tinggi gula, dan alkohol karena dapat memicu peningkatan kadar asam urat.

6. Kelola Penyakit Penyerta

Penderita hipertensi, diabetes, maupun gangguan ginjal perlu menjalani pengobatan secara teratur agar kadar asam urat tetap terkendali.

7. Konsumsi Obat Sesuai Anjuran Dokter

Bagi penderita asam urat kronis, dokter dapat memberikan obat penurun kadar asam urat. Penggunaan obat harus dilakukan sesuai petunjuk dan tidak dihentikan tanpa konsultasi.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri apabila mengalami nyeri sendi yang sangat hebat, disertai demam, pembengkakan yang semakin parah, atau serangan asam urat terjadi berulang dalam waktu singkat.

Pemeriksaan sejak dini membantu dokter menentukan penyebabnya sekaligus memberikan penanganan yang tepat sehingga komplikasi, seperti kerusakan sendi dan gangguan fungsi ginjal, dapat dicegah.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *