Surabaya, Jatim Mandiri
Pemkot Surabaya meluncurkan Gerakan Act for Early Years pada puncak Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat kota di Balai Pemuda, Surabaya, Rabu (29/7). Kegiatan yang diikuti lebih dari 5.000 anak itu menjadi upaya memperkuat investasi dan pembangunan anak usia dini melalui kolaborasi pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.
Peluncuran gerakan ditandai dengan penandatanganan kesepakatan antara Pemkot Surabaya dan Koalisi Nasional Pengembangan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI), dilanjutkan manifesto serta kampanye nasional penguatan pengembangan anak usia dini.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan pembangunan kota tidak dapat dipisahkan dari pembangunan karakter anak. Menurutnya, investasi terbaik bagi masa depan Surabaya dimulai dari keluarga.
“Ke depan anak-anak inilah yang akan menjadi pemimpin kota ini. Karena itu kami ingin memberikan ruang seluas-luasnya agar hak anak terpenuhi. Peran orang tua tidak akan pernah bisa digantikan oleh gadget ataupun apa pun,” kata Eri.
Pemkot Surabaya juga memperkuat pengasuhan melalui Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), perlindungan anak, pembatasan penggunaan gawai, serta berbagai program yang mendorong tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi menilai langkah ini menjadi modal penting bagi Surabaya menuju predikat Kota Layak Anak Paripurna. “Surabaya tinggal selangkah lagi menuju Kota Layak Anak Paripurna. Penguatan keluarga melalui Sekolah Orang Tua Hebat juga menjadi contoh yang sangat baik,” ujarnya.
Sedangkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti menilai peringatan HAN di Surabaya tidak hanya bersifat seremonial. Tapi juga memberi ruang bagi anak untuk berdialog, menyampaikan aspirasi, dan belajar langsung dari para pemimpin. (*/ibn)












