BeritaEkbisJatim

Tumbuh 5,33 Persen, Investasi Jadi Tantangan Ekonomi Jatim

×

Tumbuh 5,33 Persen, Investasi Jadi Tantangan Ekonomi Jatim

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Surabaya, Jatim Mandiri

Perekonomian Jatim sepanjang 2025 tumbuh 5,33 persen secara tahunan, meningkat dibandingkan 4,93 persen pada 2024. Bank Indonesia menilai pertumbuhan itu menunjukkan daya tahan ekonomi tetap terjaga berkat konsumsi, investasi, dan ekspor yang membaik.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Rifki Ismal, menyampaikan hal itu di Surabaya, Selasa (28/7). Menurut Rifki, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada 2025 ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, dan kinerja ekspor netto yang terus membaik.

“Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada tahun 2025 menunjukkan fondasi yang semakin kuat. Peningkatan konsumsi masyarakat, investasi yang tetap positif, serta membaiknya ekspor menjadi faktor utama yang menopang akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya, dikutip dari Jatim Newsroom.

Pada Triwulan IV 2025, ekonomi Jatim tumbuh 5,85 persen secara tahunan. Angka itu lebih tinggi dibandingkan Triwulan III 2025 yang mencapai 5,22 persen. Peningkatan tersebut didorong akselerasi konsumsi rumah tangga, meningkatnya ekspor, serta membaiknya konsumsi pemerintah.

Konsumsi rumah tangga meningkat terutama pada kelompok makanan, minuman, serta barang budaya dan rekreasi. Di sisi lain, momentum Hari Besar Keagamaan Nasional Natal dan Tahun Baru turut mendorong aktivitas belanja masyarakat.

Selain itu, transaksi pembayaran nontunai dan perdagangan melalui platform e-commerce ikut mendukung pertumbuhan konsumsi. Dari sisi pemerintah, kenaikan belanja didorong realisasi belanja pegawai APBN, meningkatnya belanja barang dan jasa pemerintah daerah, serta penyaluran bantuan sosial.

Kinerja ekspor juga membaik seiring meningkatnya perdagangan antardaerah dan ekspor luar negeri sejumlah komoditas unggulan Jawa Timur. Perlambatan impor turut memperkuat kontribusi ekspor netto terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Perbaikan konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, dan ekspor tercermin pada meningkatnya aktivitas sektor industri pengolahan, perdagangan, pertanian, serta penyediaan akomodasi dan makan minum yang menjadi penopang utama ekonomi Jawa Timur,” kata Rifki.

Baca Juga  Candi Joglo Semar Siapkan Gamelan Bali Jadi Magnet Baru Para Turis

Meski demikian, Rifki mengakui pertumbuhan ekonomi masih menghadapi tantangan dari sisi investasi. Perlambatan terutama terjadi pada investasi bangunan karena sejumlah proyek strategis memasuki tahap penyelesaian. Kondisi tersebut turut memengaruhi perlambatan aktivitas sektor konstruksi.

Secara keseluruhan, Rifki menilai capaian ekonomi Jawa Timur pada 2025 menjadi modal kuat untuk menjaga momentum pertumbuhan pada tahun berikutnya. Menurutnya, sinergi pemerintah, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat daya saing daerah.

“Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas makroekonomi, memperluas digitalisasi sistem pembayaran, serta mendorong produktivitas sektor-sektor unggulan agar pertumbuhan ekonomi Jawa Timur semakin inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Rifki. (*/ibn)

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *