Dalam Negeri

Gandeng BINUS & Microsoft, Kemnaker Latih Talenta AI 2026

×

Gandeng BINUS & Microsoft, Kemnaker Latih Talenta AI 2026

Sebarkan artikel ini
BINUS & Microsoft
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (kiri)
Example 468x60

Intisari Berita:

  • Kemnaker bergandengan dengan GreatNusa (BINUS University) dan Microsoft Indonesia untuk menggenjot kompetensi AI serta perangkat lunak talenta digital Indonesia.

  • Menaker Yassierli menegaskan AI bukan ancaman PHK massal, melainkan peluang kerja baru seiring data LinkedIn yang menunjukkan kebutuhan talenta AI di Asia Tenggara melonjak 2,4 kali lipat.

  • Survei mencatat 69% pimpinan perusahaan di Indonesia enggan merekrut kandidat tanpa keahlian AI, sehingga pelatihan BLK dan layanan job fair daring terus diakselerasi.

Jakarta, Jatimmandiri.id — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menjalin kolaborasi strategis bersama platform pembelajaran digital GreatNusa (inisiasi Universitas Bina Nusantara/BINUS) dan raksasa teknologi Microsoft Indonesia.

Sinergi ini ditujukan untuk mengakselerasi penguasaan kompetensi Artificial Intelligence (AI) serta keterampilan perangkat lunak bagi angkatan kerja Indonesia.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa penguasaan teknologi digital dan AI kini menjadi prasyarat mutlak untuk meningkatkan daya saing SDM nasional di tengah disrupsi global.

“Transformasi digital tidak bisa kita hindari. Kita harus memastikan tenaga kerja Indonesia memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Kolaborasi dengan dunia pendidikan dan sektor teknologi menjadi langkah penting untuk mempercepat lahirnya talenta digital yang siap bersaing di tingkat global,” ujar Yassierli saat membuka AI Career Boost Day 2026 di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Tuntutan Pasar Kerja: 69% Perusahaan Enggan Rekrut Kandidat Tanpa AI

Menaker memaparkan data World Economic Forum Future of Jobs Report 2025, di mana sekitar 92 juta pekerjaan diproyeksikan terdampak disrupsi, namun pada saat bersamaan akan lahir 170 juta jenis pekerjaan baru berbasis teknologi hingga tahun 2030.

Pergeseran ini terlihat nyata pada tren perekrutan kawasan regional:

  • Kebutuhan Talenta AI: Data LinkedIn mencatat permintaan tenaga kerja berkeahlian AI di Asia Tenggara melesat hingga 2,4 kali lipat.

  • Persyaratan Rekrutmen: Sebanyak 69 persen pimpinan perusahaan di Indonesia secara terbuka mengaku enggan merekrut pelamar yang belum menguasai kemampuan dasar AI.

Baca Juga  Jaga Kawasan Museum dari Asap Rokok, BLU-MCB Gelar Pelatihan Penegakan KTR

Di samping itu, merujuk studi Anthropic (2026), Yassierli meluruskan persepsi publik dengan menegaskan bahwa maraknya isu PHK tidak semata-mata disebabkan oleh hadirnya teknologi AI, melainkan lebih dipengaruhi oleh faktor makroekonomi, kinerja bisnis, serta daya saing perusahaan.

Otomasi AI hanyalah salah satu elemen pendukung, bukan penyebab tunggal.

Buka Peluang Ekosistem Talenta dan Penguatan BLK

Guna menjembatani kebutuhan industri tersebut, Kemnaker terus mentransformasi Balai Latihan Kerja (BLK) di daerah agar menyelenggarakan pelatihan berbasis smart operation, baik secara luring maupun daring.

Kemnaker juga mematangkan ekosistem integrasi yang menghubungkan pelatihan, sertifikasi, hingga job fair daring secara terpadu.

Yassierli mencontohkan keberhasilan Kota Hyderabad di India yang sukses mengerek pertumbuhan rekrutmen tenaga kerja hingga 11 persen berkat integrasi ekosistem talenta digital antara pemerintah, kampus, dan industri.

catatan penutup Menaker:

  • Pengembangan Ekosistem: Membangun jalur cepat (pipeline) bagi pencari kerja dari meja pelatihan menuju bangku industri.

  • Keunggulan Manusia (Human Advantage): Mengingatkan bahwa AI harus diposisikan sebagai alat bantu (tool), bukan pengganti karakter manusia.

“No algorithm can replace empathy; no data set can replicate wisdom. AI harus dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas manusia sehingga mampu mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045,” tegas Yassierli.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Khofifah Didesak Lakukan Evaluasi Total Surabaya, Jatim Mandiri Perkembangan kasus dugaan pungutan liar (pungli) proses perizinan di Dinas Energi dan…