Lombok Timur, Jatimmandiri.id – Satgas Pangan Polri terus memperkuat dukungan terhadap program swasembada pangan nasional melalui pengembangan budidaya bawang putih di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Hingga Juli 2026, luas lahan tanam bawang putih yang dikembangkan bersama petani setempat telah mencapai 534 hektare.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut atas kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan swasembada pangan sebagai salah satu program prioritas nasional sejak awal masa pemerintahannya pada Oktober 2024.
Pada Minggu (26/7/2026), Kapolda Lampung yang juga pernah menjabat sebagai Kasatgas Pangan Polri, Irjen Pol. Helfi Assegaf, mengunjungi Kelompok Tani Pusuk Pujata di Kecamatan Sembalun. Kunjungan itu dilakukan untuk memberikan dukungan sekaligus memastikan pengembangan varietas dan peningkatan produksi bawang putih berjalan sesuai target.
Program budidaya bawang putih tersebut mulai dirintis pada 2025 melalui kerja sama Satgas Pangan Polri dengan Kelompok Tani Pusuk Pujata. Saat itu, luas lahan yang ditanami baru mencapai 15 hektare. Dalam kurun waktu satu tahun, areal tanam berkembang pesat hingga menjadi 534 hektare.
Pengembangan dilakukan dengan memanfaatkan varietas Sangga Sembalun dan Lumbu Putih yang memiliki produktivitas rata-rata 20 hingga 25 ton per hektare.
Pada Juli 2026, Satgas Pangan Polri juga melaksanakan panen raya di lahan seluas 105 hektare. Hingga saat ini, proses panen telah mencapai sekitar 76 persen atau 73,5 hektare dengan total produksi mencapai 1.470 ton.
Seluruh hasil panen diproses melalui dua lantai penjemuran utama serta sejumlah fasilitas penjemuran milik mitra Kelompok Tani Pusuk Pujata guna menjaga mutu dan kualitas bawang putih sebelum dipasarkan.
Irjen Pol. Helfi Assegaf mengatakan, keberhasilan pengembangan bawang putih di Sembalun menjadi bukti nyata sinergi antara Polri dan petani dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.
Menurutnya, arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan menjadi motivasi bagi Satgas Pangan Polri untuk terus memperluas areal tanam, meningkatkan produktivitas, serta menghasilkan komoditas pertanian yang berkualitas.
“Ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi ketahanan bangsa, terlebih di tengah dinamika geopolitik global. Karena itu, kami bersama Kelompok Tani Pusuk Pujata terus berupaya meningkatkan luas tanam, produktivitas, dan kualitas bawang putih agar Indonesia semakin mandiri dan mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor,” ujar Helfi.
Ia menambahkan, Satgas Pangan Polri juga terus mendorong inovasi di sektor pertanian. Dalam waktu dekat, akan diperkenalkan varietas bawang putih baru hasil uji genetik bernama HAAS yang memiliki kemampuan beradaptasi di berbagai ketinggian, menghasilkan umbi berukuran lebih besar, serta berpotensi meningkatkan produktivitas.
“Varietas HAAS diharapkan menjadi terobosan baru bagi pengembangan bawang putih nasional sehingga budidayanya dapat diperluas ke berbagai daerah dan semakin memperkuat kemandirian pangan Indonesia,” pungkasnya.












