Jatim

Pemaparan Khofifah di LAN RI: IPG Jatim Capai 93,29

×

Pemaparan Khofifah di LAN RI: IPG Jatim Capai 93,29

Sebarkan artikel ini
LAN RI
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri)
Example 468x60

Intisari Berita:

  • LAN RI: Khofifah sebut kepemimpinan perempuan diukur dari kebijakan publik yang inklusif dan berdampak, bukan sekadar jumlah jabatan strategis.

  • IPG Jatim capai 93,29 dan IKG 0,329 berkat program pemberdayaan ekonomi perempuan seperti Jatim Puspa dan GASPOL.

Jakarta, Jatimmandiri.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa tolok ukur kesuksesan kepemimpinan perempuan tidak semata-mata dilihat dari seberapa banyak perempuan yang mengisi posisi strategis.

Lebih dari itu, indikator utamanya terletak pada kemampuan menghadirkan kebijakan publik yang inklusif, berkeadilan, serta memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat luas.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara utama dalam Women’s Leadership Forum 2026 bertema “Breaking Barriers, Building Impact” di Aula Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA, Kantor Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), Jakarta, pada Senin (27/7/2026).

Forum tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-69 LAN RI.

Di hadapan para peserta, Khofifah membawakan paparan bertajuk “The Leadership Behind the Impact: Kisah Jawa Timur Membangun Kepercayaan Publik”.

“Forum ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kebijakan publik yang inklusif dan berkeadilan gender,” ujar Khofifah pada Senin (27/7/2026).

Tiga Pilar Utama: Kemiskinan, Kesehatan, dan Pendidikan

Dalam refleksinya mengenai Beijing Platform for Action (BPfA) 1995, Khofifah menilai bahwa meski terdapat 12 area kritis dalam panduan global tersebut, akar dari seluruh permasalahan sosial di daerah pada dasarnya bermuara pada tiga isu fundamental.

“Ketiga pilar itu (kemiskinan, kesehatan, dan pendidikan) adalah akar dari berbagai persoalan yang dihadapi oleh kaum perempuan maupun laki-laki. Oleh karena itu, strategi pengarusutamaan gender harus berfokus langsung pada penyelesaian masalah fundamental pada ketiga sektor krusial ini,” tegasnya.

Baca Juga  Buka Koperasi Explore 2026 di Pamekasan, Khofifah: Koperasi Penggerak Utama Ekonomi Rakyat Jatim

Khofifah menekankan pentingnya peran pemimpin formal maupun informal, termasuk organisasi perempuan, sebagai modal sosial untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia yang responsif gender.

Indikator Kinerja Gender dan Inovasi Program Jatim

Capaian pengarusutamaan gender di Jawa Timur dibuktikan lewat sejumlah indikator statistik resmi. Indeks Pembangunan Gender (IPG) Jawa Timur tahun 2025 berhasil menyentuh angka 93,29.

Sementara itu, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) berada di angka 0,329, mencatatkan performa yang lebih baik dibandingkan rata-rata nasional.

Keberhasilan ini didukung oleh sejumlah program intervensi berbasis ekonomi di Jawa Timur:

  • Program Jatim Puspa: Program penguatan ekonomi keluarga purna-PKH yang sepanjang 2020–2025 telah menjangkau 31.024 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 723 desa dengan alokasi anggaran Rp87,778 miliar.

  • GASPOL (Gerakan Sayang Perempuan Ojek Online): Program pemberdayaan ekonomi yang menyasar perempuan pengemudi ojek daring, terutama mereka yang berstatus sebagai kepala keluarga (single parent).

  • Perlindungan Kelompok Rentan: Program bantuan sosial terintegrasi bagi penyandang disabilitas dan lansia.

Usul Action Plan Berkelanjutan Lewat Best Practice

Guna memastikan Women’s Leadership Forum menghasilkan dampak nyata, Khofifah mengusulkan agar agenda ini berlanjut menjadi jejaring bertukar best practice antar daerah.

Ia bahkan mendorong agar gelaran forum berikutnya diadakan langsung di daerah agar para pemangku kebijakan dapat memantau implementasi program di lapangan secara akurat.

“Kalau kita sepakat, ini bisa kita jadikan action plan. Jadi pertemuan ini bukan hanya pertemuan pikiran, tetapi mempertemukan bagaimana kerja-kerja efektif yang bisa kita lakukan bersama. Best practice di daerah sudah banyak yang bisa dilihat,” tuturnya.

Ia menutup sesinya dengan mengajak seluruh pihak membangun ekosistem pendukung bagi kepemimpinan perempuan.

“Kita bangun ekosistem yang bisa memberikan kepercayaan bahwa perempuan mampu melakukan hal baik, memiliki kompetensi dan kapasitas yang bisa diandalkan dan diunggulkan sekaligus memberikan manfaat di semua lini,” pungkas Khofifah.

Baca Juga  Jadi Kiblat Karnaval Nasional, Khofifah Buka Banyuwangi Ethno Carnival 2026
Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Probolinggo, Jatim Mandiri Kota Probolinggo meraih lima penghargaan dari Kementerian Kependudukan dan Keluarga Berencana RI pada Puncak Peringatan Hari Keluarga…

Berita

Pasuruan, Jatim Mandiri – Pengurus Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PC PGRI) Kecamatan Grati, Kab. Pasuruan menggelar Konferensi Kerja Cabang…

Berita

Malang-Jatim Mandiri Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) mengajukan tiga proyek strategis melalui program Instruksi Presiden…