Jatuh dari Tebing Bersinar di Panggung
Penyanyi Ari Lasso mengunjungi latihan atlet panjat tebing Puslatda Jawa Timur di Lapangan Jatim Seger, Surabaya, Senin (27/7). Kunjungan itu menjadi ajang reuni bersama sahabat lama di komunitas pecinta alam sekaligus memberi semangat kepada atlet FPTI Jawa Timur.
Tidak ada panggung megah atau lampu sorot yang menyambut kedatangannya. Ari datang sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung larut dalam obrolan hangat bersama teman-teman yang pernah menemaninya menapaki masa muda.
Waktu telah mengubah jalan hidup mereka. Ronald Noovar Mamarimbing kini menjadi pelatih Puslatda panjat tebing Jawa Timur. Erwin Widiarto Armando mengelola Phyxius Gym. Gigih Pramono, mantan Ketua Pecinta Alam SMAN 5 Surabaya (Smalapala), kini berprofesi sebagai dokter bedah.
Ari juga bertemu Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jawa Timur, Hengky Irawan. Pertemuan itu membawa mereka kembali mengenang masa ketika semangat bertualang lebih sering mengalahkan rasa lelah.
Di tengah canda, mantan vokalis Dewa 19 itu bercerita tentang pengalamannya saat masih aktif mengikuti lomba panjat tebing. Kenangan itu disampaikan dengan gaya khasnya yang penuh humor.
“Aku pernah terjatuh dua kali saat ikut lomba di Madura, akhirnya banting setir menjadi pecinta alam. Sekarang malah jadi artis,” ujar Ari Lasso sambil berkelakar.
Cerita kemudian bergeser pada masa latihan fisik yang keras. Ari mengenang pernah menjalani 300 kali squat jump hingga merasa pusing dan mual. Latihan itu dijalaninya saat masih aktif di organisasi pecinta alam Smadapala yang kemudian berganti nama menjadi Argawana. Organisasi tersebut telah nonaktif sejak akhir 1990-an.
Ari juga menyebut sejumlah tokoh yang pernah menjadi sesepuh FPTI, seperti Sumargono atau Mas Bogang yang pernah menjabat Ketua FPTI. Ia turut menyapa seniornya di Argawana, Ampi Faisal.
Suasana semakin cair ketika Ronald menantang Ari mencoba dinding panjat lead. Tantangan itu dijawab dengan guyonan khas Suroboyoan yang langsung mengundang tawa. “Ojo ngongkon tok. Saiki, ngongkon tok awakmu (jangan asal suruh. Sekarang jadi pelatih banyak menyuruh),” kelakar Ari.
Reuni singkat itu ditutup dengan musik. Ari membawakan dua lagu, Mahameru dan Kangen, yang membuat suasana semakin akrab. Pada lagu Kangen, atlet nomor lead Choirul Umi mendapat kesempatan bernyanyi bersama Ari di bagian refrain. Momen itu menjadi pengalaman yang berkesan bagi atlet yang akrab disapa Ruli tersebut.
Sebelum berpamitan, Ari mendoakan FPTI Jawa Timur kembali melahirkan atlet berprestasi dunia seperti Putra Tri Ramadani. Ketua Umum FPTI Jawa Timur, Hengky Irawan, mengatakan kunjungan Ari berlangsung secara spontan setelah menghadiri sejumlah agenda di Jawa Timur.
“Ia juga barusan tampil di Kediri, lanjut reuni di Surabaya. Nah, kebetulan saat di Surabaya sempat kontak-kontakan, jadilah ia mampir ke lapangan Jatim Seger,” ungkap Hengky.
Bagi Ari dan sahabat-sahabat lamanya, pertemuan itu bukan sekadar reuni. Dinding panjat yang dulu menjadi tempat berlatih seolah kembali menyatukan kenangan, persahabatan, dan semangat yang tetap terjaga meski jalan hidup mereka kini berbeda. (*/ibn)












