Edu-Life & Sport

UB Kukuhkan 69 Insinyur Baru, Siap Perkuat Pembangunan Nasional

×

UB Kukuhkan 69 Insinyur Baru, Siap Perkuat Pembangunan Nasional

Sebarkan artikel ini
Sebanyak 69 peserta Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) resmi menyandang gelar insinyur setelah mengikuti Sumpah Profesi Insinyur Reguler Angkatan V
Example 468x60

Malang, Jatimmandiri.id – Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) kembali melahirkan puluhan tenaga profesional di bidang keinsinyuran.

Sebanyak 69 peserta Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) resmi menyandang gelar insinyur setelah mengikuti Sumpah Profesi Insinyur Reguler Angkatan V dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Angkatan XVI, Sabtu (25/07). Pengukuhan ini menjadi bagian dari komitmen UB dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas untuk mendukung pembangunan nasional.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Prosesi yang berlangsung di Auditorium Prof. Ir. Suryono, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya itu dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof Dr Ir Imam Santoso, MP mewakili Rektor Universitas Brawijaya. Hadir pula Dekan Fakultas Teknik UB sekaligus Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Malang, Prof Ir Hadi Suyono, ST MT PhD jajaran pimpinan fakultas, ketua departemen, serta keluarga peserta.

Para insinyur yang dikukuhkan berasal dari Program Reguler maupun RPL dengan latar belakang profesi yang beragam, mulai dari akademisi, BUMN, perusahaan swasta, instansi pemerintah, hingga wiraswasta. Bidang keahlian mereka meliputi teknik sipil, mesin, elektro, pengairan, arsitektur, teknik industri, teknik kimia, teknik fisika, teknologi pangan, perkapalan, hingga perminyakan dan pertambangan.

Wakil Dekan Bidang Akademik FT UB, Dr Eng Ir Indradi Wijatmiko, ST M Eng (Prac) menyampaikan seluruh peserta telah memenuhi seluruh persyaratan akademik dan administrasi sesuai ketentuan.

“Hingga saat ini, PSPPI Fakultas Teknik Universitas Brawijaya telah mengukuhkan 1.036 insinyur, dan angka ini mencerminkan konsistensi UB dalam menyiapkan sumber daya manusia keinsinyuran yang unggul,” ujarnya.

Dari total peserta yang dikukuhkan, sebanyak 18 orang berasal dari kalangan akademisi atau dosen, 23 peserta dari BUMN, 27 peserta dari sektor swasta, dan satu peserta berstatus wiraswasta.

Baca Juga  Carrick Resmi Jadi Pelatih Permanen Manchester United hingga 2028

Sumpah profesi dipimpin langsung oleh Prof Hadi Suyono. Ia menegaskan bahwa pengukuhan insinyur merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran, yang menekankan pentingnya profesionalisme, etika, serta perlindungan terhadap masyarakat dalam praktik keinsinyuran.

Dalam sambutannya, Prof Imam Santoso menilai peran insinyur semakin penting di tengah percepatan pembangunan nasional dan kemajuan teknologi.

Prof.Imam Santoso secara simbolis memberikan tanda pengukuhan.

“Insinyur tidak hanya dituntut mampu merancang dan membangun, tetapi juga menghadirkan solusi inovatif yang berkelanjutan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berorientasi pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Gelar Insinyur adalah amanah untuk menjawab tantangan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Ia menambahkan, Universitas Brawijaya terus memperkuat pendidikan profesi keinsinyuran melalui kolaborasi dengan industri, pemerintah, dan organisasi profesi agar lulusan memiliki kompetensi teknis, kepemimpinan, etika, serta kepedulian sosial.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *