BeritaDalam Negeri

3.002 Gempa Susulan Guncang NTT

×

3.002 Gempa Susulan Guncang NTT

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Korban Bertambah Jadi 71 Jiwa

Jakarta, Jatim Mandiri

Korban meninggal akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, bertambah menjadi 71 orang, dan masih terjadi 3.002 gempa susulan hingga Rabu (19/8). BNPB juga menyiapkan bantuan perbaikan rumah hingga hunian sementara dan permanen bagi warga terdampak.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan mengatakan tambahan satu korban meninggal ditemukan di Kabupaten Nagekeo.

“Jumlah korban ada bertambah satu orang menjadi 71 (meninggal dunia), yaitu di Kabupaten Nagekeo,” ujar Berton dalam konferensi pers, Rabu (19/8).

“Kami segenap pemerintah maupun kementerian/lembaga yang ada mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya keluarga kita,” kata Berton. Di tengah penanganan dampak gempa, aktivitas susulan masih terus terjadi. Hingga pukul 14.00, BMKG mencatat terjadi 3.002 gempa susulan dengan magnitudo 1,1 hingga 6,2.

Sebanyak 86 gempa dilaporkan dirasakan masyarakat. Sementara 25 gempa susulan memiliki magnitudo di atas 5. Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama mengatakan banyaknya gempa susulan merupakan bagian dari proses penyesuaian kerak bumi dan pelepasan energi setelah gempa utama.

“Gempa susulan ini cukup banyak karena itu adalah bagian dari proses penyesuaian kerak bumi atau pelepasan energi sehingga mendapatkan keseimbangan yang baru,” ujarnya. BMKG memperkirakan aktivitas gempa susulan masih dapat berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan pemerintah menyiapkan bantuan berdasarkan tingkat kerusakan rumah warga. Rumah rusak ringan akan mendapat dukungan Rp15 juta, sedangkan rumah rusak sedang memperoleh Rp30 juta.

Untuk rumah rusak berat, pemerintah menyiapkan pembangunan hunian tetap. Selama proses pembangunan, warga dapat menempati hunian sementara atau menerima Dana Tunggu Hunian sebesar Rp600 ribu.

Baca Juga  Hadapi Karhutla 2026, Polri Perkuat Personel, Teknologi, dan Sarana Operasional

“Bagi warga yang rumahnya rusak berat, misal rumahnya hancur akan dibangunkan hunian sementara untuk tempat tinggal sambil menunggu hunian permanen atau diberikan dana tunggu hunian,” ucap Suharyanto.

BNPB menegaskan seluruh bantuan baru direalisasikan setelah pendataan dan verifikasi kerusakan dilakukan secara menyeluruh agar bantuan tepat sasaran. Suharyanto juga meminta pemerintah daerah, BPBD, dan unsur terkait mempercepat pendataan serta membentuk satuan tugas percepatan penanganan darurat di setiap kabupaten dan kota terdampak.

“Pendataan harus menjadi perhatian bersama. Kita ingin memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan sesuai dengan kondisi kerusakan rumahnya,” ujar Suharyanto. (ant/ibn)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri – Sejumlah Kabupaten/Kota di Jatim berpeluang mendapat tambahan Transfer ke Daerah (TKD). Sebab, pemerintah memprioritaskan daerah ber-PAD…

Berita

Jakarta, Jatim Mandiri Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI-Rate 5,75 persen di tengah tekanan global yang belum mereda demi menjaga stabilitas…

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Bank Syariah Indonesia Regional VIII Surabaya dan Regional XII Surabaya Bali Nusra menggandeng investor serta sejumlah lembaga…

Berita

Kekeringan Melanda 22 Daerah di Jatim Surabaya, Jatim Mandiri Kekeringan melanda 22 kabupaten/kota di Jatim dan berdampak pada sekitar 24.136…

Berita

Menelusuri Jejak Peradaban Kuno Bukan reruntuhan yang pertama kali ditemukan pemain, melainkan sebuah Atlantis yang masih hidup. Pelabuhan ramai, perdagangan…

Berita

Pasuruan, Jatim Mandiri Pemerintah menyiapkan sumber pasokan Compressed Natural Gas (CNG) melalui pengembangan kilang mini. Dukungan atas upaya implementasi CNG…