Metropolitan

Jelang HJKS Ke-733 Pemkot Gelar Ruwatan

×

Jelang HJKS Ke-733 Pemkot Gelar Ruwatan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar Ruwatan Kota dan Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 di Halaman Tugu Pahlawan, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan budaya yang berlangsung mulai pukul 18.00 WIB itu menjadi simbol rasa syukur sekaligus upaya menjaga warisan budaya Jawa di tengah derasnya arus digitalisasi.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Rangkaian acara diawali kirab budaya dan ruwatan, lalu dilanjutkan pagelaran wayang kulit dengan lakon “Dewa Ruci”. Menariknya, pertunjukan tersebut juga menghadirkan dalang anak sebagai bagian dari regenerasi seni tradisi.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Fauzie Mustaqiem Yos, mengatakan ruwatan kota bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk ikhtiar budaya untuk menjaga keselamatan, keharmonisan, dan identitas Kota Surabaya.

“Kegiatan ruwatan ini merupakan ungkapan rasa syukur atas keberkahan dan keselamatan yang diberikan bagi Kota Surabaya serta seluruh warganya. Selain itu, ini menjadi salah satu upaya aktif dan kreatif untuk menjaga kelestarian budaya, adat istiadat, dan tradisi lokal,” ujar Yos sapaan akrabnya.

Dalam tradisi Jawa, ruwatan dikenal sebagai ritual budaya yang bertujuan membuang sengkala atau keburukan agar terhindar dari bencana dan mara bahaya.

Melalui ruwatan, masyarakat diharapkan memperoleh keselamatan, kesejahteraan, ketentraman, dan kehidupan kota yang harmonis.

Pemkot Surabaya memilih Tugu Pahlawan sebagai pusat kegiatan karena dinilai menjadi simbol penting dan titik sentral Kota Pahlawan.

Selama ini, kegiatan sedekah bumi maupun ruwatan lebih banyak dilaksanakan di tingkat kampung, RW, dan kelurahan.

“Karena itu tahun ini dipusatkan di Tugu Pahlawan agar masyarakat bisa menikmati bersama dan merasakan semangat kebudayaan secara lebih luas,” kata dia.

Baca Juga  Konsistensi Jadi Kunci, Hendro Puspito Tekankan Pentingnya Unggul di Setiap Lini Bisnis

Tak hanya menghadirkan ritual budaya, acara tersebut juga menjadi ruang kolaborasi lintas komunitas seni dan budaya.

Sekitar 400 peserta terlibat dalam kirab budaya mengenakan busana adat Nusantara sambil membawa gunungan dan sesaji ruwat bumi Surabaya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *