Surabaya, Jatimmandiri.id – Warga Sepat, Kelurahan Lidah Kulon, Surabaya, menggelar kirab budaya dalam rangkaian tradisi Sedekah Bumi pada Minggu (18/10/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya masyarakat untuk menjaga kelestarian tradisi sekaligus mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus.
Kirab budaya tersebut diikuti sekitar 15 peserta yang berasal dari lingkungan RW 3 dan RW 5. Para peserta turut memeriahkan kegiatan yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat dalam mengungkapkan rasa syukur atas berkah bumi dan kehidupan yang telah diberikan.
Tradisi Sedekah Bumi tidak hanya menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antarwarga, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur tentang rasa syukur, penghormatan terhadap leluhur, serta kepedulian untuk menjaga warisan budaya.
Berbagai atribut dari nusantara dikenakan para peserta. Tidak lupa sebuah tumpeng raksasa yang melambangkan keberkahan hasil bumi diarak dalam prosesi acara.
RT 04, Bapak Didik, menyampaikan bahwa kirab budaya merupakan tradisi yang sudah selayaknya terus dilestarikan agar tidak hilang seiring perkembangan zaman.
“Kirab budaya sudah selayaknya kita lestarikan, agar anak cucu kita nanti tidak lupa caranya bersyukur dengan bumi dan leluhur,” ujar Didik.
Menurutnya, pelestarian tradisi seperti Sedekah Bumi penting dilakukan agar generasi muda tetap mengenal akar budaya dan memahami nilai-nilai yang diwariskan oleh para pendahulu.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Sepat, Lidah Kulon, diharapkan terus menjaga semangat kebersamaan dan mempertahankan tradisi lokal sebagai bagian dari kekayaan budaya yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kirab budaya dalam rangka Sedekah Bumi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa tradisi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan juga sarana untuk menanamkan rasa syukur, memperkuat persaudaraan, dan menjaga identitas budaya masyarakat.















