Intisari Berita:
- Sebuah rekaman video adu mulut antara penghulu dan fotografer pernikahan di Mojoanyar, Mojokerto viral di berbagai platform media sosial sejak Sabtu (10/10/2026).
- Ketegangan dipicu rasa keberatan penghulu terhadap arahan fotografer seusai ijab kabul hingga terlontar ucapan, “Tukang foto dan rias ojok ngatur pemerintah.”
- Menuai gelombang kritik warganet di medsos, sang penghulu akhirnya merilis video permohonan maaf terbuka kepada Arwani dan berkomitmen memperbaiki mutu pelayanan.
MOJOKERTO, Jatimmandiri.id — Jagat media sosial dihebohkan oleh insiden ketegangan antara seorang penghulu dan juru kamera dokumentasi dalam sebuah prosesi pernikahan di Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Rekaman video adu argumen yang viral sejak Sabtu (10/10/2026) tersebut memperlihatkan sang penghulu naik pitam lantaran diduga tak terima diatur oleh pihak fotografer di hadapan para tamu undangan.
Berdasarkan rekaman yang beredar luas, friksi bermula seusai prosesi ijab kabul dinyatakan tuntas. Fotografer kala itu menyampaikan permintaan mempelai perempuan untuk keluar sejenak dari area akad. Namun, arahan tersebut langsung menyulut reaksi keras dari penghulu yang tengah memimpin jalannya agenda resmi tersebut.
Tolak Diatur Vendor: ‘Tukang Foto dan Rias Ojok Ngatur Pemerintah’
Penghulu tersebut tampak sangat keberatan dengan intervensi fotografer dan menilai pihak dokumentasi maupun perias pengantin tidak memiliki wewenang teknis untuk mendikte jalannya tata cara perkawinan formal yang dipandu aparat negara.
Dengan nada meninggi di hadapan saksi serta keluarga pengantin, terlontar kalimat penegasan yang kemudian menjadi sorotan tajam warganet.
“Tukang foto dan rias ojok ngatur pemerintah,” tegas penghulu tersebut dalam potongan rekaman yang viral di TikTok, Facebook, dan Instagram.
Ungkapan tersebut seketika memantik beragam reaksi publik di jagat maya. Sikap emosional yang ditunjukkan sang penghulu dinilai kurang elok dalam mengayomi momen sakral warga, sehingga memicu gelombang komentar kritis dari netizen:
- Akun @Pendi menyindir dengan komentar sinis, “Penghulu ta demit,”.
- Akun @Tengk menuliskan candaan kultural, “Penghulu ne gen z rupane,”.
- Akun @Munir Chan menyoroti etika pelayanan publik, “Martabat penghulu jd jatuh akibat penghulu sombong 🤣,” tulisnya.
- Di tengah derasnya cibiran, akun @Lutfi Hari Mulyanto Two berpesan tentang pentingnya koordinasi interpersonal, “Jangan egois itu saja, karena keegoisan itu adalah kesombongan ya. Aslinya ya harus komunikasi terlebih dulu biar sama² berjalan baik. Gak usah menyalahkan ataupun merendahkan satu sama lainnya.”
Sampaikan Permohonan Maaf Terbuka Usai Dihujani Kritik
Mendapat sorotan masif dan kritik bertubi-tubi dari warganet, pria yang memimpin prosesi pernikahan di Mojoanyar tersebut akhirnya melunak. Melalui sebuah rekaman video susulan, sang penghulu secara terbuka menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf kepada pihak fotografer, Arwani.
Dalam pernyataan resminya, ia mengakui kekhilafan serta penyesalan mendalam atas friksi yang terjadi di meja akad. Insiden adu mulut tersebut kini dijadikan bahan evaluasi pribadi agar lebih sabar dan bijak dalam merespons dinamika lapangan saat bertugas.
Ia berharap kekeliruan komunikasi ini menjadi pembelajaran berharga guna membenahi sikap, merawat kerendahan hati, serta meningkatkan kualitas keramahan pelayanan pencatatan nikah kepada masyarakat luas di masa mendatang.












