Surabaya, Jatimmandiri.id – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mencatat rangkaian prestasi dan aksi pengabdian sepanjang Januari-September 2026. Capaian mahasiswa dan dosen tidak hanya datang dari kompetisi akademik dan olahraga, tetapi juga diwujudkan melalui kegiatan sosial hingga misi kemanusiaan internasional.
Rektor Untag Surabaya Dr Harjo Seputro mengatakan capaian tersebut merupakan bagian dari implementasi Caturdarma Perguruan Tinggi.
“Seluruh capaian dan kontribusi ini adalah bukti nyata komitmen Untag Surabaya dalam mengimplementasikan Caturdarma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta jiwa patriotisme. Kami bangga atas semangat mahasiswa dan dosen yang terus membawa nama harum kampus di tingkat nasional hingga internasional,” ujar Harjo, Rabu (7/10).
Memasuki tahun akademik baru, Untag menerima 3.160 mahasiswa melalui PKKMB. Pada 2026, sebanyak 3.428 lulusan dikukuhkan dalam dua periode wisuda, terdiri atas 1.470 wisudawan pada Februari dan 1.958 pada Agustus.
Di bidang prestasi, mahasiswa meraih Winner Putri Duta Indonesia Juara Batch III 2026. UKM Jiu-Jitsu mengoleksi 12 medali pada PBJI Jakarta Open 2026, PSHT meraih 18 medali di Jakarta National Championship 4 dan 13 medali di Bogor Championship 2. Tim Taekwondo menambah 20 medali pada Kejurprov Taekwondo Antar Club Jatim 2026. Di Polandia, atlet Untag meraih perunggu dalam Polish Indoor Hockey Superliga Network.
Prestasi akademik meliputi Bronze Medal MEC 8, Bronze Medal dan Favorite Poster pada 2nd International Student Summit 2026 di Universiti Sains Islam Malaysia, serta tiga Gold Medal Toba Creative Competition. Mahasiswa Ilmu Komunikasi juga meraih Juara 2 nasional Digital Leadership Challenge.
Dalam Program Mahasiswa Berdampak 2026, Untag meraih Silver Award Pelaksanaan Program dan Bronze Award Poster melalui program ketahanan pangan serta mitigasi bencana di Desa Gunung Penanggungan, Mojokerto.
Sebanyak 17 mahasiswa menjadi relawan pengarah pemudik saat Lebaran 2026 dan 12 mahasiswa terlibat dalam Relawan Tanggap Bencana dan Kemanusiaan NTT. Melalui Satgas Port Visit 2026, dua dosen dan tiga mahasiswa juga menjalankan misi kemanusiaan ke empat negara Asia Pasifik dan Oseania menggunakan KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991.
Sementara dosen mencatat capaian melalui hibah penelitian dan pengabdian, penghargaan ilmiah, HKI, buku inovatif, serta rekognisi kepemimpinan tingkat nasional dan ASEAN












