Ringkasan Berita: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, resmi mengajukan proyek peningkatan kapasitas Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Langkah ini diambil guna mengurai problem kemacetan truk logistik di jalur Jawa-Bali melalui cetak biru (master plan) pengembangan komprehensif hingga tahun 2030 yang dijalankan sejajar dengan Pelabuhan Gilimanuk.
Banyuwangi, Jatimmandiri.id – Sektor konektivitas laut dan urat nadi logistik antarpulau di ujung timur Pulau Jawa kini menjadi fokus utama pembenahan infrastruktur. Guna mengeliminasi problem kemacetan kronis serta mempercepat arus distribusi barang, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajukan usulan strategis untuk menaikkan status proyek peningkatan kapasitas Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN).
Melalui status hukum PSN tersebut, proyek ini diproyeksikan akan mendapat garansi dukungan penuh, prioritas koordinasi lintas kementerian, hingga akses perluasan sumber daya serta anggaran pusat agar proses eksekusi di lapangan berjalan lebih cepat dan efektif.
Kolaborasi ASDP dan Garis Waktu Pembangunan Fisik
Sebagai langkah awal, Pemprov Jatim telah menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Direksi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan matang mengenai rencana taktis peningkatan kapasitas dan perluasan area dermaga yang dijadwalkan mulai konstruksi pada bulan depan.
“Jadi bulan depan ada beberapa item yang sudah akan dibangun,” ungkap Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau langsung kesiapan infrastruktur di Banyuwangi.
Selain cetak biru jangka pendek, pihak ASDP juga telah merampungkan dokumen master plan jangka panjang yang memetakan pengembangan komprehensif Pelabuhan Ketapang hingga tahun 2030. Dokumen ini menjadi kompas utama dalam penataan sistem operasional pelabuhan agar jauh lebih efisien di masa depan.
Skema Sinkronisasi Dua Sisi: Ketapang dan Gilimanuk
Salah satu inovasi strategi dalam proyek ini adalah penerapan asas keseimbangan kapasitas penyeberangan. Khofifah menegaskan bahwa modernisasi tidak boleh berjalan timpang hanya di satu sisi, melainkan harus diintegrasikan secara sejajar dengan Pelabuhan Gilimanuk di sisi Pulau Bali.
-
Peningkatan Kapasitas Simetris: Setiap penambahan fasilitas dermaga maupun daya tampung di Pelabuhan Ketapang akan diikuti oleh penambahan dengan volume yang sama di Pelabuhan Gilimanuk.
-
Akomodasi Lonjakan Trafik: Skema paralel ini bertujuan memastikan arus kapal ferry tidak mengalami hambatan antrean saat bersandar di kedua wilayah penyeberangan.
“Jadi Ketapang, Gilimanuk sama persis. Kalau di sini ditambah, Gilimanuk ditambah, begitu,” jelas Khofifah mengenai sistem integrasi kedua pelabuhan.
Solusi Konkret Memangkas Kerugian Ekonomi Sopir Truk
Urgensi pengajuan PSN ini dilatarbelakangi oleh kondisi riil di lapangan, di mana jalur menuju Pelabuhan Ketapang kerap mengalami kelumpuhan akibat antrean panjang kendaraan logistik berukuran besar. Imbas kemacetan ini menempatkan para sopir truk sebagai pihak yang paling dirugikan secara finansial.
| Dampak Kemacetan Lama | Solusi Melalui Transformasi Infrastruktur |
| Pembengkakan biaya operasional akibat solar habis di jalan dan buffer zone. | Perluasan area parkir dan zonasi tunggu yang lebih tertata. |
| Meningkatnya pengeluaran konsumsi harian (makan & minum) para sopir. | Percepatan durasi bongkar-muat (dwelling time) kapal. |
| Keterlambatan pengiriman komoditas pangan dan barang esensial lintas pulau. | Digitalisasi dan efisiensi sistem operasional penyeberangan. |
Meskipun agenda transformasi ini dihadapkan pada tantangan teknis yang kompleks, kolaborasi solid antara pemerintah daerah, ASDP, dan pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya diyakini mampu merealisasikan target proyek sesuai lini masa. Evaluasi berkala akan terus digulirkan demi memastikan Pelabuhan Ketapang siap mengemban tugas sebagai gerbang utama penggerak ekonomi regional Jawa-Bali.












