Lifestyle

Susah Tidur Meski Badan Lelah? Ini 5 Penyebab yang Sering Tidak Disadari

×

Susah Tidur Meski Badan Lelah? Ini 5 Penyebab yang Sering Tidak Disadari

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Surabaya, jatimmandiri.id – Banyak orang pernah mengalami kondisi tubuh terasa sangat lelah setelah beraktivitas seharian, namun ketika sudah berada di tempat tidur justru sulit memejamkan mata. Tak sedikit pula yang merasa sudah tidur cukup lama, tetapi tetap bangun dengan kondisi tubuh yang kurang segar.

Gangguan tidur atau insomnia menjadi salah satu masalah kesehatan yang semakin sering dialami masyarakat, terutama di era digital. Selain menyebabkan rasa kantuk di siang hari, kualitas tidur yang buruk juga dapat berdampak pada konsentrasi, produktivitas, suasana hati, hingga kesehatan fisik secara keseluruhan.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Tanpa disadari, terdapat sejumlah kebiasaan sehari-hari yang justru menjadi penyebab utama sulit tidur. Berikut lima faktor yang paling sering mengganggu kualitas istirahat malam.

1. Terlalu Lama Menatap Layar Gadget Sebelum Tidur

Kebiasaan menggunakan ponsel, tablet, laptop, atau perangkat elektronik lainnya menjelang tidur menjadi salah satu penyebab utama gangguan tidur.

Layar perangkat digital memancarkan cahaya biru atau blue light yang dapat menghambat produksi hormon melatonin. Hormon ini berfungsi memberikan sinyal kepada tubuh bahwa sudah waktunya beristirahat.

Ketika produksi melatonin terganggu, otak akan tetap berada dalam kondisi siaga sehingga proses tidur menjadi lebih sulit. Karena itu, para ahli menyarankan untuk mengurangi penggunaan gadget setidaknya satu jam sebelum waktu tidur.

Sebagai alternatif, waktu tersebut dapat digunakan untuk membaca buku, mendengarkan musik santai, atau melakukan aktivitas relaksasi lainnya.

2. Overthinking dan Kecemasan Berlebihan

Kondisi mental memiliki pengaruh besar terhadap kualitas tidur seseorang. Ketika pikiran dipenuhi berbagai kekhawatiran, tubuh akan sulit memasuki kondisi rileks yang dibutuhkan untuk tidur.

Masalah pekerjaan, tugas kuliah, persoalan keluarga, hingga kecemasan mengenai masa depan sering kali muncul saat suasana malam menjadi lebih tenang. Akibatnya, otak terus bekerja dan memicu respons stres yang membuat tubuh tetap terjaga.

Baca Juga  Cuaca Surabaya dan Sekitarnya Pekan Ini Didominasi Cerah Berawan, Suhu Capai 33 Derajat Celsius

Untuk membantu meredakan kondisi tersebut, seseorang dapat mencoba menulis jurnal harian, melakukan meditasi ringan, atau latihan pernapasan sebelum tidur agar pikiran menjadi lebih tenang.

3. Makan Terlalu Dekat dengan Waktu Tidur

Waktu makan ternyata juga berpengaruh terhadap kualitas tidur. Mengonsumsi makanan berat menjelang tidur membuat sistem pencernaan tetap aktif bekerja ketika tubuh seharusnya mulai beristirahat.

Selain menyebabkan rasa tidak nyaman, kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan lambung seperti refluks asam atau nyeri ulu hati yang mengganggu proses tidur.

Para ahli menyarankan untuk memberikan jeda sekitar dua hingga tiga jam antara waktu makan malam dengan waktu tidur agar tubuh memiliki cukup waktu untuk mencerna makanan.

4. Mengonsumsi Kafein pada Sore atau Malam Hari

Kopi, teh, minuman energi, maupun minuman bersoda mengandung kafein yang berfungsi meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa kantuk.

Masalahnya, efek kafein dapat bertahan selama beberapa jam di dalam tubuh. Bahkan setelah beberapa jam dikonsumsi, sebagian kandungan kafein masih dapat memengaruhi sistem saraf dan menghambat rasa kantuk alami.

Oleh karena itu, bagi mereka yang memiliki masalah tidur, disarankan untuk membatasi konsumsi minuman berkafein pada sore dan malam hari agar tubuh lebih mudah beristirahat saat waktunya tidur.

5. Jadwal Tidur yang Tidak Konsisten

Kebiasaan begadang saat akhir pekan dan bangun terlalu siang sering kali dianggap sepele. Padahal, perubahan jadwal tidur yang drastis dapat mengganggu ritme sirkadian atau jam biologis tubuh.

Kondisi yang sering disebut sebagai social jet lag ini membuat tubuh kesulitan menyesuaikan waktu tidur dan bangun secara konsisten. Akibatnya, seseorang bisa mengalami kesulitan tidur pada malam hari meskipun merasa lelah.

Baca Juga  Harmoni Spiritual di Usia ke-11, PT MNJ Helat Metatu Bersholawat

Menjaga jadwal tidur yang relatif sama setiap hari, termasuk saat akhir pekan, dapat membantu tubuh membangun pola istirahat yang lebih sehat dan berkualitas.

Tidur Berkualitas Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Tidur yang nyenyak tidak hanya ditentukan oleh lamanya waktu tidur, tetapi juga oleh kualitas istirahat yang diperoleh tubuh. Mengurangi paparan gadget, mengelola stres, memperhatikan pola makan, membatasi kafein, serta menjaga jadwal tidur yang konsisten merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan.

Jika gangguan tidur berlangsung dalam waktu lama dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Karena pada akhirnya, tidur yang berkualitas merupakan salah satu fondasi utama untuk menjaga kesehatan fisik, mental, dan produktivitas dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *