Edu-Life & SportPendidikan

SMAN 1 Pasirian Ubah Literasi Jadi Karya Berbasis AI

Penulis: Dewi Sekar / Eni Kusmaya Editor: Ayn
×

SMAN 1 Pasirian Ubah Literasi Jadi Karya Berbasis AI

Sebarkan artikel ini
ilustrasi
Example 468x60

Lumajang, Jatimmandiri.id- SMAN 1 Pasirian, Kabupaten Lumajang, mulai mengembangkan budaya belajar yang tidak berhenti pada kemampuan akademik. Sekolah ini mendorong guru dan siswa mengolah pengetahuan menjadi karya dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Hasilnya, guru telah menghasilkan 48 modul ajar berbasis AI dan 48 media pembelajaran digital. Dari kalangan siswa, lahir lebih dari 50 karya literasi, lebih dari 50 artikel berita, serta lebih dari 10 podcast yang membahas isu pendidikan, sosial, dan lingkungan.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kepala SMAN 1 Pasirian Hari Kurniawan, ST MPd, mengatakan perkembangan teknologi menuntut sekolah mengubah orientasi pendidikan. Kemampuan menyelesaikan soal tetap penting, tetapi siswa juga harus memiliki kreativitas dan kemampuan menghasilkan karya.

“Pendidikan saat ini dituntut untuk melahirkan generasi yang kreatif, produktif, dan mampu menghasilkan karya, bukan hanya sekadar mencetak lulusan yang pandai mengerjakan soal,” ujar Hari.

Menurut dia, budaya literasi di Smapas tidak cukup hanya dengan membaca. Guru dan siswa didorong memahami informasi, mengolahnya menjadi gagasan, lalu menuangkannya dalam bentuk karya yang dapat dimanfaatkan maupun dipublikasikan.

Di kalangan guru, karya yang dihasilkan tidak sebatas perangkat pembelajaran. Sejumlah guru telah membuat buku ajar, buku cerita, buku referensi hingga komik digital yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran dan perkembangan zaman.

Perkuat Inovasi Berbasis AI

Pengembangan tersebut diperkuat melalui sejumlah program. Salah satunya Gelis Al Smapas atau Gerakan Literasi dan Inovasi Berbasis AI, yang mendorong guru memanfaatkan AI untuk mengembangkan modul, bahan ajar digital, dan media pembelajaran interaktif.

Ada pula Gelas Kaca atau Gerakan Literasi Siswa dan Karya Cipta. Program ini menjadi ruang bagi siswa mengembangkan ide dan kreativitas melalui karya tulis maupun artikel digital.

Baca Juga  Bupati Pasuruan Semangati Tim PKDI di Lumajang

Sementara program Satu Guru Satu Inovasi mendorong setiap guru menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi pembelajaran sekaligus memiliki nilai kontekstual dan berpotensi diterapkan di sekolah lain.

Program tersebut diperkuat Klinik Perangkat Ajar, kepenulisan dan jurnalistik, Karya Ilmiah Remaja (KIR), serta pembiasaan literasi selama 15 menit.

Dampaknya mulai terlihat. Karya guru dan siswa tidak hanya menjadi arsip sekolah, tetapi sebagian telah diterbitkan, ditempatkan di perpustakaan, dipasarkan melalui platform daring, dan digunakan sebagai rujukan pembelajaran.

Tingkat partisipasi pembiasaan literasi 15 menit juga telah mencapai 95 persen dari total siswa.

Bagi Hari, capaian tersebut menunjukkan bahwa literasi harus berujung pada kemampuan memahami, mengolah informasi, berpikir kritis, dan menghasilkan karya.

Karena itu, Smapas terus menyediakan fasilitas teknologi, pendampingan, apresiasi, dan ruang publikasi agar budaya berkarya tumbuh berkelanjutan. Langkah ini sekaligus mendukung visi sekolah menjadi lembaga pendidikan yang unggul, berakhlak mulia, dan berwawasan global.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *