Edu-Life & Sport

Septiana Choirun Nisa,Tak Puas Jadi Mahasiswa Biasa

Penulis: Dicky Dea Editor: Alf
×

Septiana Choirun Nisa,Tak Puas Jadi Mahasiswa Biasa

Sebarkan artikel ini
Septiana Choirun Nisa
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Kuliah dan dunia kreatif bukan dua jalan yang harus dipilih salah satu bagi Septiana Choirun Nisa. Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu justru menjadikan keduanya sebagai ruang untuk berkembang. Di usia 20 tahun, Septiana aktif menekuni seni tari, fashion, makeup, hingga profesi freelance muse makeup.

Aktivitas tersebut membawanya ke berbagai panggung seni dan proyek kreatif di sejumlah daerah. Dari panggung tari tradisional hingga catwalk, perempuan yang akrab disapa Septiana itu terus memperluas pengalaman sekaligus mengasah kemampuan.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kecintaannya terhadap seni bermula kuat dari tari tradisional. Bersama tim, ia mengikuti berbagai kompetisi dan berhasil meraih sejumlah prestasi. Baginya, tari bukan sekadar aktivitas di atas panggung, tetapi juga menjadi cara generasi muda menjaga keberadaan seni tradisi di tengah perkembangan zaman.

Kiprahnya kemudian berkembang ke bidang lain. Pada 6 Oktober 2026, Septiana tampil dalam parade show pada ajang Expo Manten di Lippo Plaza Sidoarjo. Penampilannya di panggung dan catwalk menjadi bagian dari perjalanan kreatif yang mempertemukan seni, fashion, tata rias, dan pertunjukan.

Kesibukan di dunia kreatif tidak membuatnya mengesampingkan pendidikan. Sebagai mahasiswa Sastra Indonesia Unesa, Septiana tetap menjadikan perkuliahan sebagai prioritas. Menurut dia, studi sastra yang dekat dengan bahasa dan budaya justru memberikan perspektif yang memperkaya aktivitas kreatifnya.

Latar belakang akademik tersebut turut membentuk cara pandangnya terhadap seni dan penampilan. Ia tidak melihat fashion maupun makeup hanya sebagai persoalan estetika, tetapi sebagai bagian dari proses menyampaikan gagasan dan cerita.

Di luar kegiatan kampus, Septiana menjalani pekerjaan sebagai freelance muse makeup. Pekerjaan tersebut mempertemukannya dengan berbagai proyek kreatif dan membuatnya memiliki pengalaman bekerja di sejumlah daerah, antara lain Bojonegoro dan Surabaya.

Baca Juga  HBN 2026 di Surabaya Ketika Warisan Batik Menyapa Gen-Z

“Seni, fashion, dan makeup bukan sekadar penampilan luar, tetapi media bagi saya untuk terus belajar, mengeksplorasi hal-hal baru, dan menyampaikan cerita,” ujar Septiana.

Konsistensi menjalani berbagai aktivitas kreatif menjadi modal Septiana untuk terus berkembang. Ia memadukan kemampuan akademik, pengalaman panggung, serta ketertarikan terhadap fashion dan makeup sebagai bekal memasuki industri kreatif.

Di tengah kesibukan tersebut, Septiana tetap mempertahankan gaya hidup sederhana dan karakter yang membumi. Perjalanannya menunjukkan bahwa mahasiswa dapat membangun pengalaman profesional sekaligus mengembangkan potensi seni tanpa harus meninggalkan dunia akademik.

Bagi Septiana, panggung seni menjadi ruang belajar yang tidak pernah selesai. Setiap penampilan dan proyek kreatif memberinya kesempatan untuk mencoba sesuatu yang baru, memperluas jaringan, sekaligus menemukan bentuk ekspresi yang sesuai dengan dirinya

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *