MetropolitanPolitik

Serap Aspirasi di Jepara PPI, Budi Leksono Komitmen Kawal Keluhan Infrastruktur hingga Masalah Pendidikan Warga

×

Serap Aspirasi di Jepara PPI, Budi Leksono Komitmen Kawal Keluhan Infrastruktur hingga Masalah Pendidikan Warga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Mengawali masa reses perdana pada Sidang Ke-2 Masa Persidangan Ke-3 Tahun 2026, anggota DPRD Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Budi Leksono, langsung turun ke bawah (turba) untuk menemui konstituennya.

Bertempat di kawasan Jepara PPI pada Rabu malam (20/5), legislator yang akrab disapa Cak Buleks ini disambut hangat oleh ratusan warga yang antusias menyampaikan berbagai persoalan kampung.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Suasana gayeng dan dialogis begitu terasa sepanjang pertemuan. Warga memanfaatkan momentum ini untuk menumpahkan unek-unek mereka, mulai dari masalah infrastruktur jalan, sengkarut BPJS, nasib pasar tradisional, hingga problem pendidikan anak usia dini dan putus sekolah.

Keluhan pertama datang dari Arif, warga RT 2 RW 1, yang menyoroti kondisi akses jalan di kawasan Pasar PPI yang saat ini sudah banyak berlubang. Ia berharap pemerintah kota tidak sekadar melakukan tambal sulam.

“Kami minta kalau bisa diaspal total, Cak. Kalau cuma ditambal, sebentar saja kena hujan dan truk lewat sudah rusak lagi,” usul Arif.

Masalah ekonomi dan kesehatan juga mencuat lewat cerita Andayati, warga RT 1 RW 4. Ia mengaku terpaksa mendaftar BPJS Mandiri demi bisa menjalani operasi darurat. Namun pascaoperasi, ia kesulitan membayar iuran bulanan yang menunggak dan berharap bisa dialihkan ke BPJS PBI yang dibiayai pemerintah.

Tidak kalah hangat, isu mengenai rencana relokasi Pasar PPI menjadi sorotan tajam. Supri, warga Gresik PPI Langgar, bersama Masnur dari RT 2, mempertanyakan kejelasan status lahan dan kabar simpang siur yang beredar di masyarakat.

“Ada kabar sebagian mau direlokasi PD Pasar, sebagian mau dipindah ke area Rumah Magot. Kami berharap pasar tetap di sana, jangan dipindah, karena itu urat nadi ekonomi warga,” keluh Masnur.

Baca Juga  Hotline “Lapor Cak Eri” Diserbu Aduan dan Curhatan Warga, Pemkot Surabaya Targetkan Respons 1x24 Jam

Selain itu, warga juga mengusulkan agar aset Rumah Magot yang dinilai kurang optimal bisa dialihfungsikan menjadi fasilitas umum (fasum) produktif, seperti gedung pertemuan atau lapangan futsal untuk pemuda.

Sementara di sektor pendidikan, warga mengadukan adanya anak yang putus sekolah di bangku kelas 2 SMK selama dua tahun terakhir, serta minimnya bantuan untuk jenjang pendidikan TK.

Menanggapi rentetan aspirasi tersebut, Budi Leksono mengapresiasi sikap kritis dan kepedulian warga Jepara PPI terhadap lingkungannya.

Politisi senior banteng ini langsung memberikan jawaban konkret dan berkomitmen mengawal setiap poin usulan ke tingkat kebijakan pemkot.

Terkait perbaikan jalan, Cak Buleks menegaskan akan segera berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya.

“Masalah jalan di area pasar memang vital. Aspirasi Pak Arif sangat logis. Kami akan dorong dinas terkait agar anggarannya diarahkan untuk pengaspalan total, bukan sekadar tambal sulam yang sifatnya sementara,” tegasnya.

Mengenai status Pasar PPI dan isu Rumah Magot, Buleks meminta warga untuk tetap tenang dan tidak termakan isu liar. Ia berjanji akan memanggil PD Pasar Surya untuk meminta klarifikasi resmi.

“Kami akan cek regulasinya. Jika memang Rumah Magot di sana sudah tidak efektif, usulan warga untuk menjadikannya fasum seperti gedung serbaguna atau lapangan futsal adalah ide yang sangat bagus dan konstruktif demi kegiatan positif pemuda,” tambahnya.

Untuk sektor jaminan kesehatan dan pendidikan yang menjadi program prioritas Wali Kota Surabaya, Buleks bergerak cepat. Ia langsung mencatat data warga yang menunggak BPJS Mandiri untuk dibantu proses pengalihannya ke BPJS Pemkot (PBI).

Begitu pula dengan kasus anak putus sekolah, Cak Buleks menegaskan bahwa di Surabaya tidak boleh ada anak yang tidak bersekolah karena kendala biaya.

Baca Juga  Perkuat Gotong Royong Bersama Pemkot di Momen Iduladha, Gerindra Surabaya Bagikan 2.000 Paket Kurban

“Untuk anak yang putus sekolah SMK selama dua tahun, besok tim saya akan langsung berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Akan kami cari solusinya, apakah lewat jalur kejar paket atau integrasi sekolah formal, yang penting anak ini harus lanjut sekolah. Begitu juga dengan intervensi bantuan untuk TK, akan kami kawal formasi anggarannya,” pungkas Buleks. (bin)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *