Malang, Jatim Mandiri – Gunung Semeru mengalami tujuh kali erupsi dengan tinggi kolom letusan mencapai 1 kilometer di atas puncak pada Rabu (30/9). Aktivitas vulkanik itu terjadi sejak dini hari hingga pagi dan terekam seismograf.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, mengatakan erupsi pertama terjadi pukul 00.15 WIB, tetapi visual letusan tidak teramati. “Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.15 WIB dengan visual letusan tidak teramati, saat ini erupsi masih berlangsung,” kata Liswanto dalam laporan tertulis.
Erupsi berikutnya terjadi pukul 05.03 WIB dan 05.21 WIB. Pada erupsi pukul 05.21 WIB, kolom letusan teramati sekitar 400 meter di atas puncak. Semeru kembali erupsi pukul 05.52 WIB dengan kolom sekitar 700 meter, kemudian pukul 05.58 WIB mencapai 1 kilometer di atas puncak.
Erupsi keenam terjadi pukul 06.37 WIB dengan tinggi letusan 500 meter. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal bergerak ke utara. Erupsi ketujuh tercatat pukul 08.02 WIB dengan tinggi kolom sekitar 1 kilometer ke arah timur laut. Erupsi tersebut terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 155 detik.
Semeru saat ini berstatus Level III (Siaga). Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak. Di luar kawasan tersebut, warga diminta menjauhi sempadan sungai sejauh 500 meter karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan lahar hingga 17 kilometer.
Masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah karena rawan lontaran batu pijar. Warga diminta mewaspadai awan panas, guguran lava, dan lahar, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. (ant/ibn)












