Paris, Jatimmandiri.id – Kejutan besar terjadi pada perempat final French Open 2026 setelah petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, gagal mempertahankan keunggulannya dan harus tersingkir secara dramatis dari turnamen Grand Slam lapangan tanah liat tersebut.
Sabalenka takluk dari petenis muda Rusia, Diana Shnaider, dengan skor 6-3, 5-7, 0-6 dalam pertandingan yang berlangsung sengit di Roland Garros, Rabu (3/6/2026).
Petenis asal Belarusia itu sebenarnya berada di atas angin setelah merebut set pertama dan unggul dua kali break pada set kedua. Bahkan, Sabalenka hanya membutuhkan dua poin lagi untuk memastikan kemenangan saat memimpin 5-4 dan melakukan servis untuk menutup pertandingan.
Namun, momentum pertandingan berubah drastis. Shnaider yang tampil untuk pertama kalinya di babak perempat final Grand Slam menunjukkan mental luar biasa dengan bangkit dari tekanan dan membalikkan keadaan.
“Sejujurnya saya kehabisan kata-kata. Saya sangat bahagia. Saya hanya berusaha fokus pada setiap poin tanpa memikirkan skor. Dia adalah petenis nomor satu dunia, jadi saya hanya mencoba memberikan yang terbaik dan berjuang di setiap poin,” ujar Shnaider usai pertandingan.
Kehilangan Momentum di Momen Krusial
Kegagalan Sabalenka mengamankan kemenangan menjadi titik balik yang dimanfaatkan secara maksimal oleh Shnaider. Setelah berhasil mematahkan servis lawannya pada set kedua, petenis Rusia itu tampil semakin percaya diri dan mendominasi jalannya pertandingan.
Sabalenka terlihat frustrasi sepanjang set penentuan. Emosinya mulai memuncak ketika tertinggal pada gim keenam set ketiga. Ia beberapa kali meluapkan kekecewaan setelah kehilangan poin penting.
Meski sempat menyelamatkan dua match point saat tertinggal 0-40, Sabalenka akhirnya harus mengakui keunggulan lawannya setelah pukulan terakhirnya menyangkut di net.
Statistik pertandingan menunjukkan betapa drastis perubahan jalannya laga. Setelah unggul nyaman, Sabalenka justru kehilangan 12 dari 13 gim terakhir yang dimainkan.
Shnaider Cetak Pencapaian Terbaik
Kemenangan ini menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam karier Diana Shnaider. Petenis berusia muda tersebut berhasil melangkah ke semifinal Grand Slam untuk pertama kalinya sekaligus menyingkirkan unggulan utama turnamen.
Penampilan tenang dan konsistennya di bawah tekanan menjadi kunci keberhasilan menghadapi salah satu petenis terbaik dunia saat ini.
Maja Chwalinska Juga Lolos ke Semifinal
Pada pertandingan lainnya, Maja Chwalinska melanjutkan kiprah impresifnya di French Open 2026. Petenis yang tidak diunggulkan itu berhasil mengalahkan unggulan ke-22, Anna Kalinskaya, dengan skor 7-6 (7/3), 6-3.
Hasil tersebut memastikan Chwalinska melangkah ke babak semifinal dan memperpanjang perjalanan sensasionalnya di Roland Garros musim ini.
Bayang-Bayang Kegagalan Masa Lalu
Bagi Sabalenka, kekalahan ini mengingatkan publik pada final Grand Slam tahun lalu saat menghadapi Coco Gauff. Ketika itu, ia juga kehilangan kendali permainan setelah sempat berada dalam posisi unggul sebelum akhirnya menyerah.
Di Roland Garros tahun ini, skenario serupa kembali terulang. Sabalenka yang semula tampak menguasai pertandingan justru gagal mempertahankan ritme permainan ketika tekanan meningkat.
Sebaliknya, Shnaider tampil semakin percaya diri dan berhasil memanfaatkan setiap peluang yang tersedia untuk mengamankan tiket menuju semifinal.
Kemenangan atas petenis nomor satu dunia ini menjadi sinyal kuat bahwa Diana Shnaider kini layak diperhitungkan sebagai salah satu penantang serius gelar French Open 2026.












