Jatim

Refleksi Hari Santri 2026, Ketua DPRD Jatim Desak Penguatan Iptek dan Kemandirian Ekonomi Pesantren

Penulis: Hari Agung
×

Refleksi Hari Santri 2026, Ketua DPRD Jatim Desak Penguatan Iptek dan Kemandirian Ekonomi Pesantren

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Jatim
Ketua DPRD Jatim, Musyafak Rouf
Example 468x60

Intisari Berita:

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id
  • Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf dorong santri kuasai iptek dan kemandirian ekonomi hadapi disrupsi digital.
  • DPRD Jawa Timur berkomitmen perkuat ekosistem pesantren melalui regulasi dan dukungan anggaran yang berpihak.
  • Momentum Hari Santri Nasional 2026 dijadikan pijakan lahirkan wirausaha digital hingga pemimpin publik berakhlak mulia.

Surabaya, Jatimmandiri.id — Peran strategis santri di era kontemporer dituntut melampaui batas penjagaan moral dan nilai keagamaan semata. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Musyafak Rouf, menegaskan bahwa kalangan santri memegang peranan krusial sebagai agen perubahan utama dalam mendorong kemajuan pembangunan daerah melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemandirian ekonomi yang tangguh.

Musyafak menggarisbawahi bahwa jejak historis perjuangan kalangan pesantren telah teruji sejak era revolusi kemerdekaan. Spirit kejuangan tersebut dinilai sangat relevan untuk dikontekstualisasikan dalam memenangkan persaingan masa kini.

“Sejarah telah membuktikan bagaimana Resolusi Jihad yang digelorakan para ulama dan santri menjadi fondasi kemerdekaan Republik Indonesia. Kini, semangat itu harus diterjemahkan dalam bentuk penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemandirian ekonomi,” tegas Musyafak di Surabaya, Kamis (22/10/2026).

Adaptasi Disrupsi Digital Tanpa Tanggalkan Akhlakul Karimah

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menilai tantangan zaman yang kian dinamis menuntut lulusan pondok pesantren untuk sigap beradaptasi dengan gelombang globalisasi serta disrupsi teknologi digital. Fleksibilitas dalam menyerap kecakapan modern tersebut menjadi syarat mutlak agar santri tidak tertinggal dalam peta persaingan global.

Kendati demikian, Musyafak menekankan bahwa adaptasi terhadap modernisasi tidak boleh mengikis karakter dasar kesantrian. Fondasi spiritual dan etika luhur (akhlakul karimah) yang telah ditempa secara konsisten di lingkungan pesantren harus tetap menjadi jangkar moral utama.

Baca Juga  Perkuat Sinergi dengan Fun Football

Kombinasi antara kecakapan teknis dan integritas moral ini dipandang sebagai modal keunggulan komparatif generasi santri Jawa Timur dalam mengisi ruang-ruang publik di masa depan.

Komitmen Regulasi dan Anggaran DPRD Jatim untuk Kemandirian Santri

Guna mewujudkan lompatan kapasitas tersebut, Musyafak menegaskan komitmen institusional DPRD Jawa Timur untuk terus memperkuat ekosistem pondok pesantren dan kesejahteraan santri, baik melalui intervensi regulasi maupun alokasi kebijakan anggaran daerah yang berpihak nyata.

Pemberdayaan pesantren diproyeksikan mampu mencetak talenta-talenta unggul yang siap mengisi sektor-sektor strategis pembangunan daerah, di antaranya:

  • Pengembangan kewirausahaan berbasis teknologi digital (digital entrepreneurship).
  • Penerapan inovasi mekanisasi dan teknologi di sektor pertanian modern.
  • Kaderisasi kepemimpinan publik di berbagai tingkatan birokrasi dan kemasyarakatan.

“Pesantren harus didorong untuk melahirkan santri-santri yang mandiri, inovatif, dan siap memimpin sektor-sektor strategis, mulai dari entrepreneurship berbasis digital, pertanian modern, hingga kepemimpinan publik,” paparnya.

Momentum Hari Santri Nasional 2026: Rajut Persatuan untuk Kejayaan Jatim

Lebih lanjut, Musyafak mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai peringatan Hari Santri Nasional 2026 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebagai wadah pemersatu serta pemicu semangat gotong royong dalam mewujudkan tatanan Jawa Timur yang berdaulat, adil, makmur, dan berkeadaban.

Penguatan kapasitas santri disebutnya sebagai pilar mutlak dalam merancang masa depan Jawa Timur yang berdaya saing tinggi dan berketahanan sosial tangguh.

“Selamat Hari Santri Nasional 2026. Bersama santri, kita kukuhkan ketahanan bangsa dan wujudkan kejayaan Indonesia dari Jawa Timur,” pungkas Ketua DPRD Jatim tersebut.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *