Ekbis

Purbaya Optimistis Rupiah Menguat Jika Sinergi Kemenkeu dan BI Makin Solid

×

Purbaya Optimistis Rupiah Menguat Jika Sinergi Kemenkeu dan BI Makin Solid

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id, – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menaruh keyakinan besar bahwa nilai tukar rupiah dapat kembali menguat apabila koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter semakin terintegrasi. Menurutnya, kepercayaan pasar terhadap rupiah berpotensi pulih ketika pemerintah dan Bank Indonesia (BI) bergerak dengan arah kebijakan yang selaras dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Optimisme tersebut muncul di tengah perhatian pemerintah terhadap dampak pelemahan rupiah yang tidak hanya dirasakan pasar keuangan, tetapi juga menyentuh langsung aktivitas ekonomi masyarakat. Salah satu kelompok yang terdampak adalah pelaku usaha yang masih bergantung pada bahan baku impor, termasuk usaha kecil dan menengah.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Usai menghadiri pertemuan tertutup bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026), Purbaya menegaskan bahwa penguatan koordinasi dengan BI akan menjadi salah satu fokus utama pemerintah ke depan.

“Ke depan kita akan fokus memastikan kebijakan fiskal berjalan dengan baik sehingga pertumbuhan ekonomi bisa semakin cepat. Dalam perjalanannya tentu kita juga akan meningkatkan koordinasi dengan Bank Indonesia,” ujar Purbaya.

Ia menjelaskan, Kementerian Keuangan siap mendukung berbagai langkah yang ditempuh Bank Indonesia untuk memperkuat efektivitas bauran kebijakan fiskal dan moneter. Menurutnya, kolaborasi yang lebih erat akan membuat dampak kebijakan terhadap perekonomian dan pasar keuangan menjadi lebih optimal.

Purbaya menilai sinkronisasi kebijakan merupakan faktor penting dalam membangun kembali keyakinan investor dan pelaku pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia. Ketika kebijakan pemerintah dan bank sentral berjalan dalam satu arah, peluang penguatan rupiah akan semakin terbuka.

“Kalau kebijakannya sudah menyatu dan sinerginya penuh, itu seharusnya bisa mengembalikan kepercayaan pasar terhadap Rupiah. Dengan begitu, nilai tukar Rupiah berpeluang menguat dan kembali ke level yang lebih baik dibandingkan saat ini,” katanya.

Baca Juga  Minyakita Akan Naik, Pasokan dan Harga Sawit Jadi Faktor

Menurut Purbaya, manfaat dari penguatan rupiah tidak hanya terlihat pada indikator ekonomi makro. Dampaknya juga dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, terutama mereka yang menjalankan usaha dengan ketergantungan tinggi terhadap bahan baku dari luar negeri.

Ia mencontohkan para pedagang tempe dan tahu yang saat ini menghadapi tekanan biaya produksi akibat melemahnya nilai tukar rupiah. Karena sebagian bahan baku masih harus diimpor, kenaikan biaya pembelian menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaku usaha tersebut.

“Yang terpenting adalah dampak positifnya bagi masyarakat. Saya mendengar penjual tempe dan tahu sudah mengalami penurunan keuntungan atau terpaksa menaikkan harga karena bahan bakunya masih impor. Kondisi tersebut tentu meningkatkan biaya produksi mereka,” ujar Purbaya.

Lebih lanjut, ia menilai stabilitas dan penguatan rupiah akan membantu menekan biaya impor bahan baku sehingga dapat menjaga keberlangsungan usaha, memperkuat daya beli masyarakat, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih sehat.

Karena itu, pemerintah menempatkan stabilitas nilai tukar sebagai salah satu aspek penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. Bagi Purbaya, keberhasilan menjaga rupiah bukan semata-mata soal angka di pasar valuta asing, tetapi juga tentang dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat dan pelaku usaha.

“Yang penting adalah kita ingin melihat dampak ke masyarakat yang positif dari rupiah itu,” katanya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *