Surabaya, Jatimmandiri.id – Peluang kerja sama industri maritim dengan Uni Emirat Arab (UEA) menjadi salah satu pintu bagi PT PAL Indonesia (Persero) untuk memperluas pasar di Timur Tengah. Perusahaan galangan kapal nasional itu menjajaki kolaborasi mulai dari desain dan produksi kapal hingga riset teknologi serta layanan pemeliharaan dan perbaikan kapal.
Direktur Pemasaran PT PAL Indonesia Wiyono Komodjojo mengatakan, kemitraan internasional diperlukan untuk membuka akses pasar baru sekaligus meningkatkan kemampuan industri dalam negeri memenuhi kebutuhan maritim dan pertahanan global.
“Melalui kemitraan internasional, kami ingin memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan kapabilitas industri dalam negeri,” kata Wiyono di Surabaya, Selasa(20/10).
Peluang tersebut dibahas dalam pertemuan dengan Duta Besar RI untuk UEA Judha Nugraha. Menurut Wiyono, kerja sama kedua negara diharapkan menghasilkan nilai tambah bagi masing-masing pihak sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pertahanan secara berkelanjutan.
Penjajakan ini berlangsung di tengah menguatnya hubungan ekonomi Indonesia dan UEA setelah implementasi Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA). Dalam dua tahun, perjanjian tersebut mendorong perdagangan bilateral meningkat 26 persen, sedangkan investasi UEA ke Indonesia melonjak hampir 641 persen.
Judha menilai, kemampuan desain dan rekayasa PT PAL yang telah memperoleh kepercayaan mitra internasional menjadi modal penting untuk memasuki pasar kawasan. Salah satu rekam jejak yang disorot ialah proyek kapal Landing Platform Dock (LPD) Al-Maryah.
Pengalaman tersebut dinilai dapat membuka peluang baru bagi PT PAL untuk memperluas kerja sama industri di Timur Tengah. Perkembangan hubungan ekonomi Indonesia dan UEA juga memberikan ruang bagi perusahaan nasional untuk meningkatkan kehadirannya dalam rantai industri maritim dan pertahanan internasional.
Selain memperluas pasar, pengembangan bisnis luar negeri perlu disertai peningkatan kualitas sumber daya manusia. Direktur Keuangan dan SDM PT PAL Indonesia Pramusti Indrascaryo menekankan pentingnya kompetensi tenaga kerja agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan memenuhi kebutuhan industri maritim global.
Melalui kemitraan yang dijajaki, PT PAL berupaya memperkuat kapasitas industri pertahanan nasional, memperluas penguasaan teknologi, serta menciptakan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.
Kerja sama yang dibidik mencakup desain dan produksi kapal, penelitian dan pengembangan teknologi, serta layanan pemeliharaan dan perbaikan kapal. Diversifikasi bidang tersebut diharapkan memperluas cakupan bisnis perusahaan sekaligus meningkatkan kemampuan industri galangan kapal nasional dalam bersaing di pasar internasional.












