Jatim

Pimpin Misi Dagang di Jeddah, Khofifah Tembus Transaksi Rp6,71 Triliun

Penulis: Hari AgungEditor: Alif Bintang
×

Pimpin Misi Dagang di Jeddah, Khofifah Tembus Transaksi Rp6,71 Triliun

Sebarkan artikel ini
Misi dagang jeddah
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri)
Example 468x60

Intisari Berita:

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id
  • Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur di Jeddah sukses mencatatkan potensi transaksi fantastis senilai Rp6,71 triliun.
  • Gubernur Khofifah memproyeksikan Jawa Timur sebagai basis rantai pasok produk dan logistik ibadah haji serta umrah di Arab Saudi.
  • Penguatan kerja sama ditopang infrastruktur industri halal hulu-hilir serta surplus neraca dagang Jatim-Arab Saudi sebesar US$50,40 juta.

Jeddah, Jatimmandiri.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung delegasi Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur di Jeddah, Arab Saudi, Kamis (24/9/2026). Forum temu bisnis bilateral yang mempertemukan pelaku usaha lokal dengan puluhan korporasi Timur Tengah tersebut menorehkan capaian gemilang dengan membukukan potensi transaksi mencapai Rp6.716.785.201.275 atau lebih dari Rp6,71 triliun.

Pertemuan bisnis ini tidak hanya dirancang untuk memperluas akses pasar ekspor produk unggulan Jawa Timur ke kawasan Teluk, melainkan juga mengintegrasikan rantai pasok industri halal serta memperkuat logistik pendukung operasional ibadah haji dan umrah di Arab Saudi.

“Dari proses kurasi, business matching secara daring yang dilakukan berkali-kali, hingga one-on-one meeting, nilai potensi transaksi yang tercatat mencapai Rp6,7 triliun. Mudah-mudahan apa yang sudah menjadi komitmen bersama dapat kita tindak lanjuti dengan tetap memperhatikan dinamika regulasi di kedua negara. Dengan kerja keras dan semangat untuk terus menguatkan perdagangan serta hubungan ekonomi kedua negara, insyaallah seluruh komitmen transaksi yang telah ditandatangani dapat direalisasikan,” tegas Gubernur Khofifah di Jeddah, Jumat (25/9/2026).

Diversifikasi 26 Komoditas Unggulan dan Ekspansi Korporasi Arab Saudi

Kesepakatan dagang bernilai triliunan rupiah tersebut merangkul spektrum komoditas yang sangat luas dari sektor manufaktur, kimia, agroindustri, hingga kuliner olahan siap saji. Portofolio komoditas yang sukses ditransaksikan meliputi:

  • Manufaktur, Kimia, & Energi: Briket dan arang kayu, suku cadang serta aksesori kendaraan, lembaran kaca, kertas, baterai dan aki, produk setengah jadi, produk plastik, sabun dan preparat pembersih, bahan kimia organik, refined, bleached and deodorized palm oil (RBD palm oil), serta mesin dan peralatan industri.
  • Pangan Olahan & Kuliner Nusantara: Pakan ternak, susu dan produk olahannya, kopi dan produk olahannya, teh, jamu, rempah-rempah, kerupuk, sambal, olahan daging dan ikan, rendang, dendeng, bumbu pecel dan gado-gado, tuna kaleng, hingga buah alpukat segar.
  • Gaya Hidup & Mode: Produk fesyen muslim berbasis wastra dan bordir.
Baca Juga  Niat Istirahat Berujung Petaka, Truk Bermuatan 9 Ton Tebu Milik Sopir Asal Blitar Digasak Maling

Tercatat sekitar 50 perusahaan dan kelompok usaha terkemuka Arab Saudi hadir menjajaki kemitraan lintas sektor—mulai dari pangan, farmasi, ritel, hingga investasi. Di antara korporasi yang terlibat adalah Binaaxis Co., Mukaabat Alrawasi Est Trade, Silal Al Khair Est, Saudi Lara Co. Ltd., Falcon Group Global, BPKH Limited, Arabian Rose Trading Company, Salem Salmeen Bin Mahfooz Trading Est., Al Raqeeb Universal Group, Ahmed Mohamed Saleh Baeshen & Co., Goody Company, Siafa Dates/Al Alwani Group, Unicare Pharma, Saudi Factory for Perfumes & Cosmetics, Lulu Saudi HM LLC, Al Nafea Foods Co., serta perwakilan Saudi Arabia–Indonesia Business Council.

Sinergi strategis ini didukung jajaran tokoh penting yang turut hadir, di antaranya Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur; jajaran kepala perangkat daerah Pemprov Jatim; Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Prof. Jaenal Effendi; Konsul Jenderal RI di Jeddah Sugiri Suparwan; Senior Vice President Bank Syariah Indonesia Rima Dwi Permata Sari; para pimpinan BUMD Jawa Timur; serta perwakilan asosiasi usaha seperti Kadin, GPEI, dan GINSI.

Jawa Timur Jadi Tulang Punggung Rantai Pasok Logistik Haji dan Umrah

Gubernur Khofifah menggarisbawahi posisi tawar Jawa Timur untuk ditetapkan sebagai basis penyedia produk dan rantai pasok kebutuhan jemaah haji dan umrah. Kesiapan ini didasari peran Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara sekaligus center of gravity perekonomian dan logistik Indonesia Timur.

“Jawa Timur memiliki ekosistem industri, perdagangan, logistik, dan halal yang cukup lengkap. Ini menjadi modal penting untuk membangun kemitraan dengan Arab Saudi, termasuk dalam penjajakan rantai pasok produk dan logistik pendukung penyelenggaraan ibadah haji,” ungkap Khofifah.

Secara fisik, konektivitas Jawa Timur ditopang oleh infrastruktur masif yang mencakup:

  • 13 kawasan industri dan 2 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
  • 1 kawasan industri halal (Halal Industrial Park Sidoarjo / HIPS)
  • 37 pelabuhan dan 7 bandara
  • 12 ruas jalan tol operasional
Baca Juga  Khofifah Tinjau SRT 1 Gresik, Tegaskan Bebas Perundungan

Pelabuhan Tanjung Perak sendiri melayani 24 dari total 41 rute tol laut nasional, mengendalikan suplai hampir 80 persen kebutuhan logistik untuk 19 provinsi di kawasan Indonesia Timur. Keunggulan komparatif ini menjadi jaminan bagi Arab Saudi atas keandalan distribusi barang.

“Dengan konektivitas tersebut, Jawa Timur tidak hanya memiliki kapasitas produksi, tetapi juga kemampuan distribusi. Ini yang kami tawarkan sebagai bagian dari rantai pasok regional, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pasar Arab Saudi. Kami juga membawa pemasok logistik yang pada musim haji tahun ini telah mendapatkan kesempatan,” tambah Khofifah sembari menargetkan perluasan suplai untuk musim umrah dan bulan Ramadan.

Selain logistik pangan, sektor kriya busana turut mendapat porsi promosi khusus. Jawa Timur membidik pasar busana muslim Arab Saudi melalui produk fesyen berbasis wastra dan bordir berkualitas tinggi dari berbagai sentra daerah.

Ekosistem Industri Halal Hulu-Hilir dan Ketahanan Makroekonomi

Daya saing Jawa Timur dibangun atas ekosistem jaminan halal yang tersertifikasi komprehensif. Infrastruktur pendukung sertifikasi halal di provinsi ini mencakup:

  • 15 Lembaga Pemeriksa Halal (LPH)—di luar kantor cabang LPH LPPOM, LPH Sucofindo, dan LPH Surveyor Indonesia di Surabaya
  • 85 Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H)
  • 16.424 Pendamping Proses Produk Halal (PPH)
  • 196 Rumah Potong Hewan (RPH) halal, laboratorium uji halal, serta 348.010 penyelia halal

“Ekosistem halal ini penting karena yang kita tawarkan bukan sekadar produk. Kita ingin membangun rantai nilai yang didukung kawasan industri, proses produksi, sertifikasi, sumber daya manusia, hingga distribusi,” terang Khofifah.

Langkah ekspansi pasar global ini berpijak pada fondasi makroekonomi yang solid. Berdasarkan data BPS Jawa Timur per Agustus 2026, Jawa Timur menyumbang 25,40 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa dan berkontribusi 14,34 persen terhadap PDB nasional. Pada Triwulan II 2026, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tercatat Rp930 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan mencapai Rp538,59 triliun.

Baca Juga  Semeru Erupsi 1,3 Km

Kapasitas produksi tersebut digerakkan oleh 3,58 juta tenaga kerja industri, 4,56 juta pekerja perdagangan, dan 7,77 juta tenaga kerja sektor pertanian.

Surplus Dagang US$50,40 Juta dan Rekam Jejak Misi Dagang Luar Negeri

Kemitraan bilateral antara Jawa Timur dan Arab Saudi berada dalam tren pertumbuhan positif. Sepanjang periode Januari–Juni 2026, ekspor Jawa Timur ke Arab Saudi menembus US$74,68 juta berbanding impor US$24,28 juta, menghasilkan surplus perdagangan sebesar US$50,40 juta bagi Jawa Timur.

Komoditas ekspor utama Jawa Timur ke Arab Saudi didominasi olahan ikan, kayu dan barang dari kayu, kopi, teh, rempah-rempah, bahan kimia organik, serta kertas dan karton. Sebaliknya, Jawa Timur mengimpor plastik dan produk plastik, bahan kimia organik, aneka produk kimia, buah-buahan, dan filamen buatan dari Arab Saudi.

Dalam kurun waktu 2022 hingga 2026, instrumen Misi Dagang Luar Negeri yang digulirkan Pemprov Jawa Timur berhasil membukukan total transaksi akumulatif sebesar Rp33,17 triliun melalui 122 transaksi, memfasilitasi 41 pelaku usaha lokal. Khusus dengan Arab Saudi pada periode yang sama, telah terealisasi tiga transaksi senilai Rp8,12 miliar.

Program misi dagang global tersebut memiliki rekam jejak panjang lintas benua, meliputi lawatan ke Arab Saudi dan Malaysia (2022), Timor Leste dan Hong Kong (2023), Jepang (2024), Singapura (2025), serta Malaysia (April 2026) dan Hong Kong (Juli 2026).

“Jawa Timur ingin hadir bukan hanya sebagai daerah penghasil, tetapi juga sebagai mitra strategis. Kita siap mempertemukan kekuatan industri, ekosistem halal, konektivitas logistik, dan pelaku usaha Jawa Timur dengan kebutuhan pasar Arab Saudi,” pungkas Khofifah.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *