HeadlineSportainment

Persebaya Gandeng Mayapada Hospital, Bangun Ekosistem Sports Medicine Terintegrasi Pertama di Indonesia

×

Persebaya Gandeng Mayapada Hospital, Bangun Ekosistem Sports Medicine Terintegrasi Pertama di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Persebaya dan Mayapada Hospital Surabaya bangun ekosistem sports medicine terintegrasi pertama di Indonesia untuk dukung performa pemain di Super League 2026-2027.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id– Persebaya Surabaya resmi menjalin kerja sama strategis dengan Mayapada Hospital Surabaya (MHSB) sebagai Official Medical Partner.

Kolaborasi ini menjadi langkah pionir dalam membangun ekosistem sports medicine terintegrasi pertama di Indonesia.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kemitraan ini menghubungkan klub sepak bola profesional dengan layanan rumah sakit melalui pendekatan menyeluruh, mulai dari pencegahan cedera, penanganan medis, rehabilitasi, hingga peningkatan performa atlet secara berkelanjutan.

Seluruh layanan tersebut dikemas dengan standar internasional untuk mendukung performa tim Persebaya di Super League 2026–2027.

Melalui Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC), Persebaya akan didampingi oleh 20 dokter spesialis multidisiplin.

Mereka berasal dari berbagai bidang, seperti kedokteran olahraga, ortopedi, kardiologi, rehabilitasi medik, radiologi, gizi klinik, penyakit dalam, hingga psikologi.

Chief Operating Officer Mayapada Healthcare, Hendy Widjaja, menyampaikan bahwa pengalaman pihaknya dalam menangani atlet profesional menjadi landasan dalam menghadirkan layanan sports medicine yang komprehensif.

“Melalui SITPEC, kami menghadirkan layanan terpadu mulai dari pencegahan cedera, pemantauan kondisi atlet, rehabilitasi, peningkatan performa, hingga dukungan kesehatan mental. Hal ini penting untuk menjaga pemain tetap dalam kondisi terbaik selama kompetisi,” ujarnya.

Ia menambahkan, layanan SITPEC juga terbuka bagi masyarakat umum, termasuk komunitas olahraga dan pecinta olahraga yang ingin menjaga kebugaran dan mencegah cedera.

Sementara itu, Hospital Director Mayapada Hospital Surabaya, dr. Bona Fernando, menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan pendekatan preventif berbasis data.

Hal tersebut dilakukan melalui serangkaian pemeriksaan komprehensif, seperti tes laboratorium, pemeriksaan jantung, Body Composition Analysis, VO2Max, hingga evaluasi psikologis dan functional movement assessment.

Jika terjadi cedera, MHSB juga menyediakan penanganan lanjutan berbasis teknologi, termasuk prosedur Total Knee Replacement (TKR) dengan bantuan robotik VELYS™ serta penerapan protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS®) untuk mempercepat pemulihan atlet.

Baca Juga  Mourinho Buka Peluang Kembali ke Real Madrid, Masa Depannya Ditentukan Pekan Ini

MHSB sendiri menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang meraih sertifikasi ERAS® untuk prosedur Robotic TKR dan tergabung dalam ERAS® Society, organisasi global yang mengembangkan standar pemulihan pascaoperasi modern.

Direktur Persebaya, Candra Wahyudi, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar rujukan medis, melainkan bagian dari sistem terintegrasi yang mendukung performa tim secara menyeluruh.

“Kami ingin membangun ekosistem, di mana dokter spesialis menjadi bagian dari sistem Persebaya, bukan hanya tempat rujukan,” jelasnya.

Konsep ini terinspirasi dari praktik klub-klub elite Eropa yang telah mengintegrasikan layanan medis ke dalam sistem klub.

Hal tersebut dipelajari langsung oleh Kepala Tim Dokter Persebaya, dr. Pratama Wicaksana Wijaya, saat mengikuti konferensi medis olahraga FIFA di Madrid pada 2025.

Dengan sistem ini, setiap pemain Persebaya akan menjalani pemeriksaan kesehatan mendalam melalui delapan tahapan, mulai dari tes laboratorium, jantung, ortopedi, hingga analisis pergerakan tubuh untuk mengidentifikasi risiko cedera sejak dini.

Pemain Persebaya, Dicky Kurniawan, mengaku merasa lebih aman dengan dukungan medis yang komprehensif.

Hal serupa disampaikan striker anyar, Ramadhan Sananta, yang menilai langkah ini sebagai bagian dari profesionalisme klub dalam sepak bola modern.

Implementasi kerja sama ini telah dimulai melalui Medical Check-Up bagi pemain baru dan akan terus berlanjut dalam berbagai kegiatan klub, termasuk dukungan medis pada ajang Green Force Run 2026 yang digelar 27 Juni mendatang.

Melalui kolaborasi ini, Persebaya optimistis mampu meningkatkan performa tim sekaligus memberikan jaminan kesehatan terbaik bagi seluruh pemain dan elemen klub.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *