Nasional

Pemulihan Fasilitas Kesehatan di Tiga Provinsi Dipercepat

Penulis: Habib Al Bay Haqqi
×

Pemulihan Fasilitas Kesehatan di Tiga Provinsi Dipercepat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta, Jatim Mandiri – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyebut pemulihan fasilitas kesehatan terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus dipercepat. Sebagian besar rumah sakit umum daerah (RSUD) dan puskesmas di tiga provinsi tersebut telah kembali beroperasi. Pemulihan dilakukan agar fasilitas dan layanan publik dapat kembali berfungsi secara optimal, sehingga masyarakat memperoleh layanan dasar, termasuk kesehatan.

“Terjadi percepatan pembangunan beroperasinya, dari RSUD hampir 100 persen semua, Puskesmas 100 persen, tinggal enam Pustu (puskesmas pembantu),” kata Tito dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Kamis. Ia menyampaikan perkembangan tersebut pada 15/10, saat pemerintah terus menangani dampak bencana di wilayah terdampak.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Bencana yang terjadi sejak November tahun lalu berdampak terhadap puluhan RSUD, ratusan puskesmas, serta ratusan puskesmas pembantu di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dampak pada berbagai jenis fasilitas itu membuat pemulihan layanan kesehatan menjadi bagian penting dari penanganan pascabencana di ketiga provinsi.

Menurut Tito, pemulihan dilakukan melalui upaya Kementerian Kesehatan, termasuk pengerahan relawan kesehatan dari Jakarta. Penanganan juga memanfaatkan anggaran reguler serta dukungan nonpemerintah. Langkah-langkah tersebut berjalan bersamaan dengan pemulihan fasilitas kesehatan yang terdampak, agar layanan dapat kembali diberikan kepada masyarakat.

Tito menyampaikan Menteri Kesehatan bergerak cepat menangani dampak bencana, termasuk sebelum anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi tersedia. “Bahkan sebelum ada anggaran untuk rehab (rehabilitasi) rekon (rekonstruksi) turun, beliau juga sudah menggunakan anggaran beliau sendiri, reguler, maupun juga dari nonpemerintah yang digalang oleh beliau,” ujarnya.

Pemerintah menargetkan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di tiga provinsi berlangsung selama tiga tahun, yakni 2026 hingga 2028. Tito menegaskan pemulihan memerlukan keterlibatan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Fasilitas dan layanan publik yang terdampak diharapkan dapat kembali berfungsi secara optimal melalui kerja bersama tersebut.

Baca Juga  Survei PPI: 65,2 Persen Responden Puas terhadap Kinerja Prabowo

Untuk menyampaikan perkembangan pemulihan sektor kesehatan sekaligus mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi, Kementerian Dalam Negeri menggelar pertemuan daring dengan kepala daerah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pertemuan itu menjadi sarana koordinasi terkait pemulihan dan langkah yang perlu dilanjutkan di daerah.

Tito berharap kemajuan pemulihan fasilitas kesehatan mendorong pemerintah daerah mempercepat penggunaan bantuan keuangan yang telah diberikan pemerintah pusat. Realisasi tambahan bantuan tersebut masih bervariasi. Sejumlah daerah telah merealisasikan hingga 60 persen, sedangkan sebagian lainnya masih di bawah 10 persen meskipun telah memasuki pertengahan Oktober.

“Pemulihan ini harus dikerjakan bersama-sama pusat, yang dapat anggaran juga, K/L dan juga daerah, yang juga dapat anggaran, sama-sama paralel bekerja,” kata Tito. Pemerintah pusat, lanjut dia, akan mendampingi pemerintah daerah dalam memanfaatkan bantuan yang telah disalurkan. Pendampingan tersebut ditujukan agar bantuan dapat digunakan untuk mempercepat pemulihan pascabencana. Tito menekankan kerja bersama kementerian/lembaga dan pemerintah daerah diperlukan agar masyarakat kembali memperoleh layanan dasar, termasuk layanan kesehatan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Jakarta, Jatim Mandiri Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menegaskan TNI akan mematuhi konstitusi menyusul putusan…