InfrastrukturJatim

ODL Tuai Sorotan, Dewan Desak Pemkab Sidoarjo Benahi Wisata Lokal

Penulis: Dicky DeaEditor: Alif Bintang
×

ODL Tuai Sorotan, Dewan Desak Pemkab Sidoarjo Benahi Wisata Lokal

Sebarkan artikel ini
M Dhamroni Chudlori.
Example 468x60

Sidoarjo, Jatimmandiri.id — Wacana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo untuk memusatkan seluruh kegiatan pembelajaran luar kelas (Outdoor Learning atau ODL) di dalam daerah mendapat sorotan tajam dari jajaran legislatif.

Dewan melayangkan peringatan keras agar Pemkab serius membenahi dan mempersiapkan infrastruktur objek wisata daerah sebelum kebijakan tersebut benar-arah diterapkan secara masif.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Desakan ini mengemuka setelah Komisi D DPRD Sidoarjo mendengarkan berbagai keluhan dari tenaga pendidik dalam acara Bedah Buku Kearifan Lokal di Gedung Bolam Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sidoarjo, Senin (19/10/2026).

Para guru secara terbuka mengeluhkan minimnya fasilitas penunjang, buruknya akses jalan, hingga belum memadainya aspek keselamatan bagi anak-anak di sejumlah situs sejarah dan objek wisata lokal.

Legislatif menilai, esensi edukasi dari kegiatan ODL tidak akan tercapai secara maksimal apabila fasilitas fisik di lokasi tujuan masih jauh dari kata layak.

Oleh sebab itu, pembenahan total sektor pariwisata lokal dinilai sebagai prasyarat mutlak yang tidak bisa ditawar.

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, M Dhamroni Chudlori, menegaskan bahwa kebijakan pemanfaatan destinasi wisata lokal wajib diiringi dengan komitmen nyata pemerintah daerah dalam menyediakan sarana dan prasarana yang memadai.

“Saya sepakat dan mendukung kebijakan ODL difokuskan di Sidoarjo saja, tetapi dengan catatan sarana-sarana wisata dan akses untuk anak-anak sekolah ini harus dipenuhi secara layak terlebih dahulu oleh pemerintah daerah,” tegas Dhamroni.

Politisi PKB ini berharap Bupati Sidoarjo Subandi segera menggerakkan sinergi lintas instansi, khususnya antara Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, guna melakukan standardisasi sarana edukasi yang ramah anak.

“Melalui infrastruktur yang aman dan edukatif, roda perekonomian sektor pariwisata lokal dapat berputar optimal tanpa harus mengorbankan kenyamanan dan keselamatan proses belajar siswa,” pungkasnya.

Baca Juga  Sidak, Bupati Subandi Temukan 31 Dapur MBG Belum Berizin
Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *