Pendidikan

MPLS 2026 di SDN Wadungasri, Kepsek Muslikha Pesan Bangun Kemandirian dan Jaga Psikologis Anak

×

MPLS 2026 di SDN Wadungasri, Kepsek Muslikha Pesan Bangun Kemandirian dan Jaga Psikologis Anak

Sebarkan artikel ini
Kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik di SDN Wadungsari menyambut 88 siswa baru dengan ramah dan interaktif.
Example 468x60

Sidoarjo, Jatimmandiri.id – Suasana ceria dan penuh semangat mewarnai hari pertama masuk sekolah di SDN Wadungasri, Sidoarjo, Senin (13/72026).

Sebanyak 88 siswa baru resmi disambut dalam pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Mengusung konsep yang ramah anak, interaktif, dan inklusif, kegiatan ini berhasil menciptakan kesan pertama yang mendalam bagi para peserta didik baru.

Selama lima hari ke depan, para siswa akan diajak untuk mengenal lebih dekat lingkungan belajar mereka.

Agenda hari pertama dimulai dengan perkenalan guru, staf sekolah, serta teman sebaya.

Tidak hanya itu, para siswa juga diajak berkeliling untuk mengenalkan berbagai fasilitas sekolah, mulai dari ruang perpustakaan hingga Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Sebagai simbolis dimulainya perjalanan meraih cita-cita, acara ini nantinya akan ditutup dengan pelepasan balon atau burung merpati.

Salah satu daya tarik utama dari MPLS di SDN Wadungasri tahun ini adalah penerapan nilai inklusivitas.

Sekolah ini dikenal terbuka dan ramah terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Kepala SDN Wadungasri, Muslikha SPd MPd, menegaskan bahwa seluruh siswa, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan layanan pendidikan terbaik secara adil.

“Kami berkomitmen penuh untuk melayani anak-anak inklusi dengan baik. Meskipun tidak ada shadow teacher khusus, insyaAllah guru-guru di sini memiliki dedikasi mandiri untuk menangani mereka. Bahkan dalam proses evaluasi belajar atau ulangan, kami memberikan perhatian khusus dan membedakannya dengan siswa reguler karena kemampuan mereka yang terbatas,” ujar Muslikha saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Langkah inklusif ini terbukti membuahkan hasil manis.

Pihak sekolah aktif bekerja sama dengan yayasan khusus ABK dan rumah sakit daerah untuk melakukan asesmen berkala.

Hasilnya, banyak alumni inklusi dari sekolah ini yang berhasil menembus dan melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri.

Baca Juga  Jatim Jadi Episentrum Vokasi Global: Gubernur Khofifah Dukung Penuh 'Vocational Epicentre 2026' Universitas Negeri Surabaya

Memasuki fase transisi dari Taman Kanak-Kanak (TK) ke Sekolah Dasar (SD), Muslikha memberikan pesan mendalam kepada para orang tua murid.

Ia menekankan pentingnya membangun kemandirian anak sejak dini dan menjalin komunikasi yang intens dengan pihak guru kelas.

Plt Kepala SDN Tambakrejo Sidoarjo ini juga mengingatkan para orang tua untuk memahami keunikan karakter belajar masing-masing anak, baik yang bersifat verbal, visual, maupun tekstual, tanpa pernah membanding-bandingkannya.

“Saya sangat mengharap kepada orang tua, jangan suka menyamakan atau membandingkan anak yang satu dengan yang lainnya, apalagi dengan anak orang lain. Membandingkan dengan saudara kandung sendiri pun tidak boleh, karena itu bisa membuat anak merasa tertekan secara psikologis dan enggan bersekolah,” tutur Muslikha.

Terakhir, Muslikha mengimbau para orang tua untuk lebih bijak dalam membatasi penggunaan gawai pada anak di rumah.

Menurutnya, pengurangan screentime sangat krusial agar anak-anak zaman sekarang tetap mampu mengasah empati dan bersosialisasi secara alami dengan teman sebaya di dunia nyata.

“Dengan dimulainya MPLS 2026 ini, SDN Wadungasri berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mandiri, adaptif, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” tuntas Muslikha.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *