Sportainment

Luis Enrique Sebut Gol Cepat Arsenal Jadi Tantangan Terberat PSG di Final Liga Champions

×

Luis Enrique Sebut Gol Cepat Arsenal Jadi Tantangan Terberat PSG di Final Liga Champions

Sebarkan artikel ini
Luis Enrique kini menyamai rekor Zenedine Zidane dengan dua trofi Liga Champions.IG PSG.
Example 468x60

Budapest, Jatimmandiri.id – Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, mengakui gol cepat Arsenal pada awal pertandingan menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapi timnya dalam final Liga Champions 2026.

Meski demikian, PSG tetap mampu mempertahankan gelar setelah menang 4-3 melalui adu penalti di Puskas Arena, Budapest, Hungaria.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Arsenal yang berstatus juara Liga Inggris musim 2025/2026 membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan enam menit.

Penyerang mereka, Kai Havertz, berhasil memanfaatkan peluang untuk menjebol gawang PSG dan membawa The Gunners unggul lebih dahulu.

Gol tersebut membuat pertandingan berjalan sesuai skenario Arsenal yang dikenal memiliki pertahanan kokoh. PSG pun harus bekerja keras untuk membongkar lini belakang lawan sebelum akhirnya menyamakan kedudukan melalui tendangan penalti Ousmane Dembélé pada babak kedua.

Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal dan babak tambahan berakhir. Pemenang akhirnya ditentukan lewat adu penalti yang dimenangkan PSG dengan skor 4-3.

Luis Enrique menilai gol cepat Arsenal membuat laga final menjadi sangat sulit bagi timnya.

“Pertandingan dimulai dengan cara terbaik bagi Arsenal. Mereka mencetak gol melalui situasi yang cukup beruntung. Setelah itu tekanan justru berada di pihak mereka karena mereka tahu cara bertahan dengan sangat baik,” ujar Luis Enrique.

Menurut pelatih asal Spanyol tersebut, Arsenal merupakan lawan yang sulit dihadapi karena memiliki kekuatan fisik yang baik dan disiplin dalam bertahan.

“Kami terbiasa menyerang tim yang bermain dengan banyak pemain di belakang bola. Namun Arsenal sangat kuat secara fisik dan selalu berusaha memanfaatkan setiap situasi. Ini pertandingan yang sangat berat,” katanya.

Meski demikian, Luis Enrique menilai hasil imbang hingga akhir pertandingan merupakan hasil yang layak sebelum akhirnya PSG memastikan kemenangan melalui adu penalti.

Baca Juga  Cetak Generasi Unggul dan Berkarakter, Untag Surabaya Kawal Kemeriahan Surabaya Junior Football Cup 2026

“Saya pikir kami pantas menyamakan kedudukan dan pada akhirnya kami sangat senang bisa memenangkan trofi ini,” tambahnya.

Keberhasilan tersebut membuat PSG menjadi klub kedua setelah Real Madrid yang mampu mempertahankan gelar Liga Champions secara beruntun sejak format kompetisi berubah menjadi Liga Champions pada 1992.

Selain membawa PSG mempertahankan gelar, Luis Enrique juga menorehkan prestasi pribadi dengan meraih trofi Liga Champions ketiganya sebagai pelatih.

Ia kini sejajar dengan Pep Guardiola, Zinedine Zidane, dan Bob Paisley yang sama-sama mengoleksi tiga gelar. Sementara rekor terbanyak masih dipegang Carlo Ancelotti dengan lima trofi.

Meski demikian, Luis Enrique menolak ketika disebut sebagai legenda sepak bola Eropa.

“Saya tidak tertarik dengan sebutan legenda. Saya baru memiliki tiga gelar, jadi masih harus berkembang. Tetapi tentu saya ingin meraih gelar keempat,” ujarnya.

Ia mengaku merasakan campuran emosi setelah membawa PSG kembali menjadi juara Eropa.

“Ada rasa bahagia, lelah, dan berbagai emosi lainnya. Ini adalah momen terbaik musim ini. Kami masih juara dan berhasil melakukannya dua kali berturut-turut. Itu luar biasa,” kata Luis Enrique.

Pelatih berusia 56 tahun itu juga memberikan apresiasi kepada Arsenal yang dinilainya tampil sangat baik sepanjang pertandingan.

“Selamat kepada Arsenal. Mereka bermain sangat bagus. Mereka mencoba membawa pertandingan ke fase-fase yang menjadi kekuatan mereka. Sementara kami berusaha mengontrol bola, melakukan tekanan, dan akhirnya berhasil memenangkan gelar,” jelasnya.

Sementara itu, Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi, memberikan dukungan penuh kepada Luis Enrique di tengah pembicaraan perpanjangan kontrak yang masih berlangsung.

Menurut Al-Khelaifi, Luis Enrique merupakan sosok yang tepat untuk memimpin proyek jangka panjang PSG.

“Dia adalah pelatih terbaik. Saya sangat yakin dengan masa depannya di klub ini. Semuanya tentang proyek, dan dia adalah orang yang paling tepat untuk proyek tersebut,” ujar Al-Khelaifi.

Baca Juga  Norwegia Tundukkan Swedia 3-1, Erling Haaland dan Alexander Isak Bersiap Tampil di Piala Dunia 2026

Ia juga memuji kualitas Luis Enrique, baik sebagai pelatih maupun pribadi.

“Dia sangat spesial. Sebagai pelatih, sebagai manusia, dan sebagai pribadi, dia luar biasa. Dia adalah pelatih terbaik di dunia saat ini,” tegasnya.

Al-Khelaifi turut memberikan penghargaan kepada seluruh pemain PSG yang dinilai berperan besar dalam keberhasilan mempertahankan gelar Liga Champions.

“Tim ini masih sangat muda, tetapi mereka telah menunjukkan kualitas luar biasa. Saya juga ingin berterima kasih kepada seluruh pemain karena mereka telah memberikan segalanya untuk proyek ini,” pungkasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *