Surabaya, Jatimmandiri.id – Terpilihnya KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dinilai menjadi momentum untuk memperkuat peran NU dalam mewujudkan keadilan ekonomi dan pemberdayaan umat.
Anggota DPD RI asal Jawa Timur, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meyakini Gus Kikin mampu menerjemahkan harapan Presiden Prabowo Subianto terhadap NU ke dalam kerja nyata organisasi. Harapan tersebut terutama menyangkut penguatan peran historis NU dalam menjaga stabilitas, perdamaian, sekaligus mendorong kemakmuran masyarakat.
LaNyalla menilai latar belakang Gus Kikin yang memadukan kapasitas keulamaan dan pengalaman sebagai wirausahawan menjadi modal penting untuk membawa PBNU menjawab tantangan tersebut.
“Harapan Presiden bahwa ‘tidak ada kemakmuran tanpa keadilan’, serta dorongan kuat untuk memberdayakan jaringan pesantren, menemukan momentumnya pada kepemimpinan Gus Kikin. Dengan latar belakang beliau, PBNU akan semakin solid mengawal keadilan ekonomi dan memastikan program-program kesejahteraan umat terdistribusi secara merata di seluruh pelosok negeri,” tegas LaNyalla, Senin (31/8/2026).
Menurut Ketua DPD RI ke-5 itu, optimisme tersebut tidak lepas dari rekam jejak Gus Kikin. Selain memiliki akar tradisi keulamaan yang kuat, Gus Kikin mempunyai pengalaman di bidang ekonomi dan dunia usaha. Ia tercatat pernah menjadi pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur pada 2000 hingga 2013.
Pengalaman tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis umat, termasuk mengoptimalkan potensi jaringan pesantren.
LaNyalla juga menyoroti sikap Gus Kikin yang dinilai konsisten membawa pesan perdamaian dan ukhuwah. Menurutnya, karakter tersebut dapat memperkuat posisi NU sebagai organisasi yang mampu menjadi ruang rekonsiliasi dan diterima berbagai kelompok.
“Gus Kikin juga konsisten menyerukan pesan perdamaian, mengedepankan ukhuwah, dan menunjukkan kepatuhan mutlak pada nilai-nilai luhur kiai sepuh. Sikap pengayom ini memperkokoh posisi NU sebagai jangkar rekonsiliasi yang diterima oleh semua pihak,” tukas LaNyalla.
Sebelumnya, dalam pidato penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Presiden Prabowo menyampaikan harapan agar NU terus memainkan peran dalam menjaga stabilitas nasional dan perdamaian serta bersinergi untuk mewujudkan kemakmuran dan keadilan yang dirasakan hingga masyarakat akar rumput.
LaNyalla pun menyatakan siap membangun sinergi dengan kepengurusan PBNU yang baru. Sebagai wakil daerah di DPD RI sekaligus anggota Dewan Penasehat KADIN Indonesia, ia menegaskan kolaborasi tersebut akan diarahkan untuk mengawal kebijakan publik yang berpihak pada kesejahteraan rakyat.
Ia berharap sinergi antara DPD RI dan PBNU dapat memperkuat pemberdayaan umat serta memastikan berbagai program yang menyentuh kepentingan masyarakat dapat berjalan secara optimal.












