Jatim

Lamongan Jadi Tuan Rumah Extranas Madrasah Aliyah Ke-8 Tahun 2026

Penulis: RedaksiEditor: Eko Yudiono
×

Lamongan Jadi Tuan Rumah Extranas Madrasah Aliyah Ke-8 Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Lamongan menjadi tuan rumah Extranas Madrasah Aliyah ke-8 Tahun 2026 yang diikuti 1.798 peserta dari 19 provinsi pada 10-13 September.
Example 468x60

Lamongan, Jatimmandiri.id-Kabupaten Lamongan kembali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional. Kali ini, Lamongan menjadi lokasi penyelenggaraan Expo dan Rapat Kerja Nasional (Extranas) Madrasah Aliyah Plus Keterampilan dan Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri (MAKN) ke-8 Tahun 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di MAN 1 Lamongan dan Sport Center Lamongan pada 10-13 September 2026. Mengusung tema “Berdaya Saing Global, Berkarakter Lokal”, Extranas ke-8 menjadi ajang bagi madrasah dari berbagai daerah di Indonesia untuk bertukar pengetahuan, pengalaman, serta mengembangkan keterampilan peserta didik.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Pembukaan Extranas dilakukan langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Amien Suyitno. Acara tersebut turut dihadiri Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar, Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara, Kepala Kantor Kemenag Lamongan Muhlisin Mufa, serta sejumlah pejabat terkait.

Berbagai perlombaan, baik secara luring maupun daring, juga disiapkan dalam rangkaian kegiatan. Kompetisi tersebut diharapkan dapat menjadi sarana untuk mengasah kemampuan, kreativitas, dan keterampilan para peserta.

Pesan Sunan Drajat untuk Peserta Extranas

Dalam sambutannya, Amien Suyitno mengajak peserta Extranas menjadikan pesan Waliullah Sunan Drajat sebagai pedoman dalam mengembangkan karakter dan kepedulian sosial.

Menurut Amien, Lamongan memiliki karakter religius yang kuat. Nilai tersebut dinilai selaras dengan peran madrasah yang tidak hanya memberikan pendidikan akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan sosial.

Ia kemudian menyampaikan empat pesan Sunan Drajat yang dapat dimaknai sebagai bentuk kepedulian kepada sesama, yakni memberikan tongkat kepada orang yang buta, payung kepada orang yang kehujanan, makanan kepada orang yang kelaparan, serta pakaian kepada orang yang tidak memiliki pakaian.

“Artinya, madrasah harus memiliki soft skill dan keterampilan dalam segala hal, menjadi pencerah, dan memiliki kepedulian sosial,” ujar Amien.

Baca Juga  Pemkab Lamongan Dukung Survei Seismik Lamturo untuk Eksplorasi Cadangan Migas

Pesan tersebut, lanjut dia, menjadi pengingat bahwa pendidikan di madrasah harus mampu membekali peserta didik dengan kemampuan yang relevan sekaligus karakter yang kuat.

Lamongan Didorong Perkuat SDM dan Kesalehan Sosial

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama RI yang telah memberikan kepercayaan kepada Lamongan sebagai tuan rumah Extranas ke-8 Tahun 2026.

Menurut Yuhronur, kepercayaan tersebut menjadi dorongan bagi Pemkab Lamongan untuk terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus membangun kesalehan sosial masyarakat.

“Kami berharap Extranas ke-8 ini menjadi ruang untuk knowledge sharing, bertukar pengalaman, memperluas jejaring, dan juga menemukan best practice dari berbagai madrasah di seluruh Indonesia,” kata Yuhronur.

Ia berharap pertemuan nasional tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memperkuat hubungan antarmadrasah serta semangat bersama dalam memajukan dunia pendidikan.

“Semoga pertemuan ini juga memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah dalam semangat memajukan pendidikan,” imbuhnya.

Diikuti 1.798 Peserta dari 19 Provinsi

Extranas merupakan agenda yang digelar setiap dua tahun sekali dan menjadi program Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Plus Keterampilan se-Indonesia.

Pada pelaksanaan Extranas ke-8 Tahun 2026 di Lamongan, tercatat sekitar 137 lembaga pendidikan, baik negeri maupun swasta, dari berbagai daerah di Indonesia ikut ambil bagian.

Jumlah peserta mencapai 1.798 orang yang berasal dari 19 provinsi. Kehadiran ribuan peserta tersebut sekaligus menjadikan Extranas ke-8 sebagai salah satu agenda nasional yang mempertemukan madrasah dari berbagai wilayah di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya mampu menunjukkan prestasi dan keterampilan, tetapi juga mendapatkan pengalaman baru, memperluas jejaring, serta membawa nilai-nilai karakter lokal untuk menghadapi tantangan global.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *