Jatim

KSOP Kalianget Keluarkan Peringatan Cuaca Buruk, Kapal Nelayan Diminta Tunda Pelayaran hingga 8 Juni 2026

×

KSOP Kalianget Keluarkan Peringatan Cuaca Buruk, Kapal Nelayan Diminta Tunda Pelayaran hingga 8 Juni 2026

Sebarkan artikel ini
Kepala KSOP Kelas IV Kalianget, Azwar Anas, S.H., M.Hum., mengimbau seluruh pemilik kapal, operator, dan nakhoda agar mengutamakan aspek keselamatan selama periode cuaca buruk.
Example 468x60

Sumenep, Jatimmandiri.id – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget resmi mengeluarkan peringatan cuaca buruk yang berlaku di wilayah Perairan Kalianget dan sekitarnya mulai 5 hingga 8 Juni 2026.

Pengumuman tersebut tertuang dalam Nomor PG-KSOP.Klg 9 Tahun 2026 sebagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat membahayakan aktivitas pelayaran.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Berdasarkan informasi dari BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, kecepatan angin di kawasan perairan tersebut diperkirakan mencapai 34 knot dengan arah tiupan dari timur hingga tenggara.

Kondisi itu berpotensi memicu peningkatan tinggi gelombang yang dapat mengancam keselamatan kapal yang beroperasi di laut.

Kepala KSOP Kelas IV Kalianget, Azwar Anas, S.H., M.Hum., mengimbau seluruh pemilik kapal, operator, dan nakhoda agar mengutamakan aspek keselamatan selama periode cuaca buruk.

“Kami mengimbau seluruh pemilik, operator, dan nakhoda kapal untuk menunda keberangkatan hingga kondisi cuaca kembali aman. Keselamatan jiwa pelaut dan pengguna jasa pelayaran harus menjadi prioritas utama,” tegas Azwar Anas.

Selain menunda pelayaran, KSOP juga meminta seluruh pelaku usaha pelayaran dan nelayan untuk terus memantau perkembangan cuaca, terutama dua jam sebelum keberangkatan dan selama perjalanan di laut.

Para nakhoda juga diharapkan memperbarui informasi cuaca setiap hari melalui layanan resmi BMKG Maritim.

Jika kondisi cuaca memburuk secara tiba-tiba saat berada di tengah laut, kapal diminta segera melapor kepada Syahbandar terdekat atau kapal lain yang berada di sekitar lokasi.

Berdasarkan data BMKG, sejumlah wilayah perairan di Jawa Timur berpotensi mengalami gelombang dengan kategori sedang hingga tinggi.

Untuk kategori gelombang sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter, potensi terjadi di Perairan Masalembo, Bawean, Tuban, Lamongan, Gresik, utara Madura, Sapudi, Kangean, dan Situbondo.

Baca Juga  Gondol Stylo, Polres Malang Bekuk Dua Tersangka Curanmor di Ngajum

Kondisi tersebut dinilai cukup berbahaya bagi perahu nelayan maupun kapal tongkang.

Sementara itu, gelombang tinggi berkisar 2,5 hingga 4 meter diperkirakan melanda sepanjang pesisir selatan Jawa Timur.

Mulai dari Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, hingga Banyuwangi. Gelombang dengan ketinggian tersebut berisiko terhadap perahu nelayan, tongkang, bahkan kapal feri.

KSOP Kalianget juga mengingatkan masyarakat pesisir dan para pelaut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan awan Cumulonimbus (Cb).

Awan berwarna gelap dengan cakupan luas tersebut dapat memicu perubahan cuaca secara mendadak, termasuk peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang laut dalam waktu singkat.

Azwar Anas berharap seluruh pengguna jasa pelayaran mematuhi imbauan yang telah disampaikan guna mengurangi risiko kecelakaan laut selama cuaca ekstrem berlangsung.

“Kami mengajak seluruh masyarakat maritim untuk disiplin mengikuti informasi cuaca resmi dan tidak memaksakan pelayaran apabila kondisi laut belum memungkinkan. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *