Hukum Kriminal

Keroyok Pasutri di Pakuwon City, Polrestabes Surabaya Buru Komplotan WNA China

×

Keroyok Pasutri di Pakuwon City, Polrestabes Surabaya Buru Komplotan WNA China

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id-Satreskrim Polrestabes Surabaya tengah melakukan penyelidikan intensif terkait kasus pengeroyokan yang melibatkan sejumlah Warga Negara Asing (WNA) di kawasan Pakuwon City.

Kasus ini resmi bergulir setelah korban melaporkan insiden tersebut dengan nomor laporan TBL/B/898/IV/2026/SPKT/POLRESTABES SURABAYA.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto, mengonfirmasi bahwa pemicu utama pengeroyokan terhadap pasutri Glenn dan Florencia adalah perselisihan terkait parkir kendaraan.

“Iya benar, korbannya dua orang pasangan suami istri. Pemicu awalnya karena persoalan parkir kendaraan hingga terjadi pertikaian,” kata AKP Hadi dihubungi, Jumat, 15 Mei 2026.

Seperti diketahui, kawasan elit Pakuwon City, Surabaya, mendadak mencekam setelah aksi pengeroyokan brutal menimpa pasangan suami istri (pasutri), Glenn (27) dan Florencia (26).

Insiden yang dipicu persoalan parkir sembarangan ini diduga dilakukan oleh lima orang, di mana empat di antaranya ditengarai sebagai Warga Negara Asing (WNA) asal China.

​Peristiwa yang terjadi pada 28 April 2026 ini bermula saat korban menegur pemilik mobil yang parkir tepat di depan rumah mereka, area yang jelas-jelas terpasang rambu larangan berhenti. Karena pemilik tak kunjung muncul, korban meletakkan sebuah traffic cone di atas mobil tersebut sebagai peringatan.

Hadi memaparkan, fokus utama penyidik saat ini adalah mengidentifikasi status kewarganegaraan para pelaku. Berdasarkan keterangan pihak korban, empat dari lima pelaku merupakan WNA asal China yang saat kejadian menggunakan bahasa Mandarin saat melakukan provokasi serangan.

“Saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut, termasuk terkait dugaan keterlibatan WNA dalam kasus ini,” tambah Hadi.

Di sisi lain, korban telah menjalani visum untuk memperkuat bukti kekerasan fisik yang dialami.

Selain menderita luka fisik yang cukup serius, kedua korban dilaporkan masih mengalami trauma mendalam.

Baca Juga  Nadiem Makarim Mengaku Tak Menyesal Jadi Menteri Meski Dituntut 18 Tahun Penjara

Pihak kepolisian kini sedang mendalami rekaman CCTV di sekitar lokasi dan video amatir warga guna melacak keberadaan para pelaku yang melarikan diri sesaat setelah kejadian. (bin)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *