BeritaJatim

Kebakaran Kawi Capai 1.500 Hektare

Editor: ibn
×

Kebakaran Kawi Capai 1.500 Hektare

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Malang, Jatim Mandiri

Kebakaran kawasan Pegunungan Kawi, Kabupaten Malang, melanda sekitar 1.500 hektare lahan. Hingga Senin (21/9), kawasan memasuki tahap pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

BPBD Kabupaten Malang mengerahkan tim gabungan untuk mengecek kondisi kawasan terdampak. Hal ini termasuk titik api dan jalur air bersih, setelah kebakaran sempat kembali meluas akibat angin kencang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan, hingga Senin pagi tidak terlihat titik api baru. Meski demikian, petugas tetap bersiaga di lapangan.

“Dari kemarin titik api sudah tidak terlihat, baik tadi malam maupun sampai pagi ini. Tapi kami masih stand by di pos lapangan ini,” ujar Sadono seperti dikutip RRI. Pemantauan dilakukan secara langsung untuk memastikan kondisi kawasan pascakebakaran.

Petugas juga memeriksa jalur-jalur air bersih yang berada di sekitar kawasan terdampak.

“Tim akan melakukan pemantauan darat on the spot memastikan titik api tersebut ada atau tidak, sekaligus melakukan pemeriksaan terhadap jalur-jalur air bersih,” katanya.

Sadono menyebut luas lahan terbakar sementara diperkirakan sekitar 1.500 hektare. Data itu masih dipetakan kembali untuk memperoleh luasan terdampak secara lebih akurat.

Wilayah terdampak mencakup sekitar Kecamatan Wagir, Ngajum, Wonosari, Dau hingga Pujon. BPBD juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di kawasan pegunungan lainnya.

Kawasan yang menjadi perhatian meliputi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Tahura, dan wilayah Perhutani.

Menurut Sadono, kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan penanganan. Angin kencang pada Sabtu menyebabkan api kembali muncul dan merambat ke kawasan yang sebelumnya belum terdampak.

“Di hari Sabtu itu cuaca ekstrem, artinya anginnya kencang dan itu memicu tumbuhnya api kembali. Dan itu menyebar ke kawasan yang sebelumnya tidak terdampak kebakaran,” ungkapnya.

Baca Juga  Tangani Karhutla Bromo, Pemprov Jatim Tambah Helikopter

Medan Pegunungan Kawi yang sulit dijangkau juga menjadi tantangan bagi petugas. Sejumlah titik api hanya dapat dicapai melalui jalur pendakian karena tidak bisa dijangkau kendaraan.

“Kalau di wilayah Pegunungan Kawi ini benar-benar kita harus melakukan perjalanan pendakian ke lokasi titik-titik api. Bahkan ada beberapa yang memang tidak bisa dijangkau oleh tim darat,” tuturnya.

BPBD Kabupaten Malang berkoordinasi dengan BPBD Jatim, Perhutani, Muspika Wagir, Ngajum dan Wonosari, serta unsur terkait dalam penanganan dan pemantauan kawasan.

Dari tiga pos lapangan yang sebelumnya dibuka, dua pos telah dinyatakan aman dan ditutup. Satu pos di kawasan Merkusi masih dipertahankan untuk mendukung pemantauan.

BPBD akan mengevaluasi kondisi dalam satu hingga dua hari ke depan. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran terbuka, termasuk membakar sampah tanpa pengawasan, karena berpotensi memicu kebakaran di tengah kemarau dan angin kencang. (*/ibn)

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jatim

Probolinggo, Jatimmandiri.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo mengembangkan ekosistem ekspor produk halal dan menyabet prestasi Juara I Kategori Nilai Ekspor…