Jatim

Kapolres Ponorogo Rangkul Abang Becak, Perkuat Kedekatan Polisi dan Masyarakat

Penulis: redaksiEditor: Eko Yudiono
×

Kapolres Ponorogo Rangkul Abang Becak, Perkuat Kedekatan Polisi dan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Kapolres Ponorogo AKBP Damus Asa saat menyapa dan merangkul para pengemudi becak sebagai wujud pendekatan humanis Polri serta upaya memperkuat kedekatan dengan masyarakat di Kabupaten Ponorogo.
Example 468x60

Ponorogo, Jatimmandiri.id – Polres Ponorogo, Polda Jawa Timur, terus memperkuat pendekatan humanis dalam membangun kedekatan dengan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan Kapolres Ponorogo AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., dengan turun langsung menyapa dan merangkul para pengemudi becak di Kabupaten Ponorogo.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (17/10/2026) itu menjadi bagian dari upaya mewujudkan semangat Polisi Bersama Masyarakat. Melalui pendekatan tanpa sekat, kepolisian berupaya membangun komunikasi yang terbuka sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

AKBP Damus Asa mengatakan, kedekatan antara polisi dan masyarakat perlu terus dipelihara melalui interaksi langsung serta kepedulian terhadap kehidupan warga.

“Langkah ini menjadi bentuk perhatian nyata kepolisian terhadap para abang becak yang berjuang setiap hari demi keluarga,” ungkap AKBP Damus Asa.

Menurut dia, para pengemudi becak maupun pengemudi ojek daring (ojol) merupakan bagian penting dari masyarakat Ponorogo. Keberadaan mereka tidak hanya mendukung aktivitas sehari-hari warga, tetapi juga memiliki peran dalam membangun hubungan sosial yang harmonis di lingkungan masyarakat.

Kapolres menegaskan, masyarakat merupakan mitra utama Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Karena itu, kehadiran polisi harus dapat dirasakan secara langsung melalui pelayanan yang baik, komunikasi terbuka, dan sikap yang mengayomi.

“Bagi kami, masyarakat adalah mitra utama Polri. Kami ingin selalu hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi, menjalin komunikasi yang baik, serta membangun kedekatan tanpa sekat,” ujar Damus Asa.

Ia menambahkan, para abang becak berhak memperoleh perhatian dan penghormatan yang sama seperti warga lainnya. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan emosional antara kepolisian dan masyarakat sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih luas.

Kebersamaan Jadi Kunci Menjaga Kamtibmas

Melalui pendekatan humanis tersebut, Polres Ponorogo berharap tercipta lingkungan yang aman, damai, dan kondusif. Kapolres menilai, terjaganya keamanan wilayah tidak bisa hanya mengandalkan peran kepolisian, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga  Sejarah Baru! AKBP Yenni Diarty Resmi Nakhodai Polres Bojonegoro, Polwan Pertama yang Jabat Kapolres

“Keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan dukungan serta partisipasi seluruh elemen masyarakat. Dengan kebersamaan, komunikasi, dan saling peduli, kita dapat mewujudkan Ponorogo yang aman, damai, dan kondusif,” tambahnya.

Menurut Damus Asa, membangun keamanan yang berkelanjutan membutuhkan kepercayaan dan kerja sama antara polisi dengan masyarakat. Oleh sebab itu, komunikasi langsung dengan berbagai kelompok warga menjadi salah satu upaya untuk memperkuat sinergi tersebut.

Pendekatan humanis yang dilakukan Polres Ponorogo menegaskan bahwa tugas kepolisian tidak terbatas pada penegakan hukum. Polri juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan, mendengarkan aspirasi, serta membangun rasa aman melalui kepedulian nyata kepada masyarakat.

Dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, Polres Ponorogo berupaya memperkuat kemitraan dengan warga agar tercipta situasi kamtibmas yang kondusif di seluruh wilayah Kabupaten Ponorogo.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *