Sidoarjo, Jatimmandiri.id – Gerakan pelestarian budaya melalui pemakaian Udeng Pacul Gowang di Sidoarjo mulai mendapat sambutan luas. Hingga Selasa (13/10), sebanyak 673 udeng telah dipesan dari target 1.000 unit untuk mendukung penampilan tari Remo massal dalam Festival Munali Patah 2026 di Alun-Alun Sidoarjo.
Gerakan bertajuk “1.000 Udeng untuk 1.000 Penari” itu mengusung slogan “Jangan Hanya Datang Melihat Budaya, Pakai Budayanya”. Inisiatif tersebut mengajak masyarakat tidak sekadar menyaksikan pertunjukan, tetapi juga terlibat aktif dalam merawat identitas budaya lokal melalui penggunaan penutup kepala khas Kota Delta tersebut.
Setiap udeng dijual seharga Rp75.000. Dari harga tersebut, Rp20.000 dialokasikan sebagai dana swadaya untuk mendukung operasional festival. Skema ini sekaligus menjadi bentuk partisipasi masyarakat dalam menopang keberlangsungan kegiatan seni dan budaya daerah.
Ketua Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda), Ribut Wijoto, menilai keterlibatan publik menjadi faktor penting dalam menjaga tradisi agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Menurut dia, Udeng Pacul Gowang bukan sekadar aksesori, melainkan simbol identitas kultural yang perlu dikenalkan kepada generasi muda. Festival Munali Patah diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap warisan budaya sendiri.
“Melalui gerakan pemakaian udeng secara massal ini, kita ingin menanamkan rasa bangga dan kepemilikan atas warisan tradisi lokal,” tegas Ribut.
Semangat serupa disampaikan Bambang Sugeng, perwakilan seniman dan penggiat budaya Sidoarjo. Ia menekankan pentingnya gotong royong masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan festival.
Alokasi dana swadaya dari setiap penjualan udeng, menurut Bambang, menunjukkan bahwa kepedulian warga dapat menjadi salah satu penopang kegiatan kebudayaan tanpa sepenuhnya bergantung pada bantuan dari luar.
Sementara itu, persiapan teknis pertunjukan terus dikebut menjelang pelaksanaan festival. Koordinator Penari Remo Massal, Lisya, 34, mengajak masyarakat segera memesan udeng untuk memenuhi target yang telah ditetapkan.
“Hari ini batas akhir untuk pemenuhan kuota. Mari bersama-sama kita penuhi 1.000 Udeng Pacul Gowang demi menggetarkan Alun-Alun Sidoarjo saat penampilan tari Remo kolosal nanti!” ujarnya optimistis.
Gerakan ini diharapkan tidak berhenti sebagai dukungan terhadap festival, tetapi juga mendorong penggunaan Udeng Pacul Gowang dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan budaya Sidoarjo












