
Surabaya, Jatimmandiri.id-Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Pencak Silat Jawa Timur 2026 tidak hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga dimanfaatkan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur untuk menjaring atlet-atlet muda potensial sebagai persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Memasuki babak penyisihan pada Selasa (19/5/2026), suasana pertandingan dinilai masih belum menunjukkan persaingan yang signifikan. Tim Pemantau IPSI Jatim yang hadir di arena mengaku belum menemukan atlet yang benar-benar menonjol.
Anggota Tim Pemantau IPSI Jatim, Tono Suharyanto, menyebut kemampuan para pesilat di fase awal masih relatif merata. Menurutnya, potensi sebenarnya baru akan terlihat saat memasuki babak semifinal.
“Pada fase krusial seperti semifinal, kemampuan mental, teknik, dan kualitas asli atlet biasanya mulai terlihat secara maksimal,” ujarnya.
Selektivitas tinggi yang dilakukan IPSI Jatim bukan tanpa alasan. Ajang ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mempersiapkan atlet terbaik menghadapi PON 2028.
Saat ini, Jawa Timur telah memiliki delapan atlet unggulan yang tengah menjalani program pemusatan latihan daerah (puslatda). Atlet hasil seleksi dari Kejurprov nantinya akan dipadukan dengan atlet senior untuk memperkuat tim.
“Bibit unggul yang terjaring akan kami gabungkan dengan atlet yang sudah ada, kemudian kami latih dan uji kembali di puslatda,” tambah Tono.
Hal senada disampaikan anggota Tim Pemantau lainnya, Karyono. Ia menegaskan bahwa teknik saja tidak cukup untuk menjadi pesilat unggulan di level tinggi. Atlet juga harus memiliki kecerdasan strategi dan kemampuan membaca pertandingan.
“Pesilat yang tampil di penyisihan memiliki teknik yang cukup baik. Namun untuk menjadi atlet unggulan, diperlukan keseimbangan antara kemampuan fisik dan kecerdasan taktik,” jelasnya.
Seiring berjalannya kejuaraan menuju babak puncak, Tim Pemantau IPSI Jatim optimistis akan menemukan talenta-talenta terbaik yang siap dikembangkan menjadi atlet berprestasi.












